Bergerak dari Masjid Istiqlal, Aksi Damai Bela Islam Tuntut Penjarakan Ahok Digelar Hari Ini

aksi-massa-lengserkan-ahok-beberapa-waktu-yang-lalu-ilustrasi
Aksi Massa Lengserkan Ahok beberapa waktu yang lalu. (ilustrasi)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Hari ini, ba’da Jumat (14/10), akan berlangsung Aksi Damai Bela Islam yang digelar oleh massa gabungan dari berbagai ormas Islam untuk menuntut penangkapan dan penjarakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dugaan penistaan terhadap Al-Qur’an, Ulama dan umat Islam.

Polda Metro Jaya akan mengawal ketat aksi damai yang diprediksi akan menghimpun massa sebanyak 5.000 orang ini—namun bisa jadi massa jauh lebih banyak dari itu.

Dalam rilis yang beredar disebutkan massa yang akan ikut dalam aksi damai ini akan berdatangan dari berbagai daerah, sehingga bisa saja jumlahnya mencapai puluhan ribu atau bahkan lebih dari seratus ribu.

Aksi itu juga dilakukan dalam rangka mendukung dan mengawal keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang secara tegas menyatakan Ahok telah menista Al-Qur’an, Ulama dan umat Islam. Dalam pernyataan sikapnya, Selasa (11/10), MUI juga meminta penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penista agama.

Aksi ini diawali dengan shalat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, kemudian long march menuju Bareskrim Mabes Polri dan Balaikota DKI Jakarta.

Baca Juga

Polda Metro Jaya telah menggelar rapat pada Rabu (12/10) untuk mengawal aksi damai ini. Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) M. Iriawan menegaskan akan turut mengawal aksi ini.

Selain mengawal massa demo, polisi juga memberikan perhatian khusus ke sejumlah obyek vital di rute-rute lintasan yang akan dilewati massa.

“Rencana mereka start dari Masjid Istiqlal kemudian jalan kaki menuju ke Jl Medan Merdeka Timur, kemudian ke pertigaan stasiun belok kiri langsung nyeberang mengarah ke Jl Medan Merdeka Selatan ke Balai Kota,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kobes Awi Setiyono seperti dikutip detik.com, Kamis (13/10).

Pengamanan demo ini melibatkan Satuan Brimob, Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Reserse dan Satuan Lalu Lintas.

“Namanya pengamanan demo dan long march nanti akan kita lakukan (pengalihan arus) kalau diperlukan,” terang Kombes Awi. (s)

Baca Juga