Sidang Pertama Majelis Rakyat Suriah Digelar Senin Depan

SALAM-ONLINE.COM: Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat Suriah pada Rabu (1/7/2026) mengumumkan nama-nama anggota Majelis Rakyat yang baru. Termasuk mereka yang dipilih oleh pemilih dan mereka yang ditunjuk oleh Presiden sesuai dengan kewenangan konstitusionalnya.
Berbicara pada konferensi pers di Damaskus, seperti dilansir Kantor Berita SANA, Mohammad Taha al-Ahmad, ketua Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat, mengatakan bahwa sidang pertama Majelis akan digelar pada Senin, 6 Juli 2026. .
Al-Ahmad juga menjelaskan komposisi Majelis yang dimaksudkan untuk memperkuat representasi nasional dan memperkaya kerja parlemen melalui kombinasi keahlian dan pengalaman profesional yang beragam.
Menggabungkan pengorbanan dengan pengalaman
Al-Ahmad mengatakan daftar 70 anggota yang ditunjuk presiden merupakan sepertiga dari keanggotaan Majelis Rakyat. Ini, lanjutnya, mencerminkan pengakuan atas pengorbanan yang dilakukan oleh rakyat Suriah yang terdiri dari kerabat para syuhada, penyintas ex tahanan rezim Assad, penyintas serangan kimia rezim Assad, serta akademisi, ahli, profesional, tokoh/pemimpin masyarakat, dan tokoh nasional yang dikenal karena pengalaman, integritas, dan pengabdian publik mereka.
Ia mengatakan tujuannya adalah untuk menggabungkan “suara pengorbanan dan suara pengalaman” di dalam Majelis Rakyat, menyatukan pengalaman praktis dan kompetensi profesional untuk mewakili beragam segmen masyarakat Suriah dan memperkuat persatuan nasional, bebas dari pertimbangan regional, sektarian, atau faksional.
Memperkuat representasi Perempuan
Al-Ahmad menambahkan bahwa sepertiga anggota Majelis Rakyat yang ditunjuk memperkuat representasi perempuan di lembaga legislatif. “Perempuan memainkan peran penting dalam meraih kemenangan dan jatuhnya rezim yang digulingkan,” kata Al-Ahmad.
Menurut angka-angka tersebut, perempuan berjumlah 15 dari 70 anggota yang ditunjuk oleh Presiden. Itu mewakili 21,4% dari anggota yang ditunjuk Presiden Al-Sharaa.
Sekretaris Jenderal Majelis Rakyat mengatakan bahwa sepertiga terakhir dari keanggotaan Majelis terdiri dari 23 pemimpin masyarakat dan 47 profesional, termasuk 12 anggota dengan gelar master dan 17 dengan gelar doktor.
Dia mengatakan penunjukan tersebut didistribusikan ke seluruh provinsi Suriah sebagai berikut: 14 dari Aleppo, tujuh dari Hasakah, masing-masing enam dari Homs dan Deir Ezzor, lima dari Damaskus, Pedesaan Damaskus, Hama dan Idlib. Selanjutnya masing-masing empat dari Daraa dan Latakia, tiga dari Raqqa, dan masing-masing dua dari Quneitra, Tartous dan Sweida. (is)