Ulama Senior Arab Saudi: “Akhlak Sarana Paling Penting Jadikan Muslim Hidup Tenteram”


Prof Dr Sulaiman bin Abdullah Abal Khayl (kanan) didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin Umar, MA. (MNR)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi yang juga Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Prof Dr Sulaiman bin Abdullah Abal Khayl melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal bersama umat Islam Indonesia pada Jumat 14 April 2017.

Kedatangan Prof Sulaiman yang juga Ketua Asosiasi Universitas Islam Internasional ini disambut oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin Umar, MA.

Dalam ceramahnya yang disampaikan ba’da Jumat, Prof Sulaiman menegaskan bahwa Islam adalah agama agung yang membawa manusia dari kegelapan kepada cahaya, memenangkan kebenaran, keadilan dan kebaikan dan mengajak manusia kepada upaya saling bekerjasama di antara mereka.

“Umat Islam yang ada di berbagai belahan dunia, wajib berpegang teguh kepada Islam yang agung yang dapat menjaga setiap Muslim dari bahaya, keburukan, radikalisme dan terorisme pada zaman ini,” tegas Prof Abal Khayl yang memulai lawatannya ke Indonesia sejak Ahad, 9 April 2017 lalu.

Abal Khayl menegaskan kembali urgensi akhlak yang merupakan keindahan Islam yang paling nyata, sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Prof Dr Sulaiman Abdullah Abal Khayl. (Foto: MNR)

Jadi, “Akhlak merupakan sarana paling penting yang menjadikan seorang Muslim hidup dalam ketenteraman dan dihargai oleh masyarakat,” terangnya. Karena itu, Prof Abal Khayl menegaskan perlunya umat Islam untuk terus mempelajari sirah Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa Sallam yang merupakan teladan bagi setiap Muslim.

Sirah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sarat dengan akhlak mulia. Seperti disebutkan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra, “Sesungguhnya akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”

Akhlak yang mulia itu, kata Prof Abal Khayl, terpusat pada upaya menjauhi segala macam bentuk gangguan terhadap sesama manusia. Segala perbuatan baik yang dilakukan dan menjauhi segala bentuk tipu daya, maka pelakunya akan mempunyai daya pengaruh dan diikuti sekaligus dihargai dan didoakan manusia.

“Umat Islam sangat butuh pada sifat-sifat mulia pada zaman ini yang penuh dengan perubahan, peristiwa dan fitnah,” tegas guru besar bidang fikih ini.

Prof Abal Khayl menutup ceramahnya dengan ungkapan, “Siapa yang bertambah akhlaknya, maka berarti nilai agamanya pun bertambah.”

Turut serta dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal ini, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Al-Syu’aiby dan Wakil Rektor Universitas Imam Urusan Pertukaran Ilmu Pengetahuan dan Kerja Sama Internasional Dr Muhammad Said Al-Alam serta sejumlah ulama Indonesia.

Kunjungan Prof Abal Khayl ke Indonesia adalah dalam rangka meresmikan cabang Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Medan, Surabaya dan Makassar, selain juga menjajaki kemungkinan pendirian lembaga-lembaga pendidikan di sejumlah daerah lainnya.

Dalam rangkaian kunjungannya ini pula, Prof Abal Khayl bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan, termasuk dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. (MNR/Salam-Online)