Jumlah Pengungsi Rohingya Meningkat Jadi 370.000 Orang


SALAM-ONLINE: Diperkirakan 370.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus, seorang juru bicara PBB mengatakan pada Selasa (12/9/2017).

Angka terbaru untuk pengungsi yang menyeberang dari negara bagian Rakhine Myanmar ke Bangladesh meningkat 57.000 orang, kata badan pengungsi PBB (UNHCR), Senin (11/9).

Muslim Rohingya lari untuk menyelamatkan diri dari operasi pasukan keamanan Myanmar dan gerombolan Budha yang melancarkan aksi kekerasan terhadap mereka. Para pengungsi, pria, wanita dan anak-anak, itu dibunuhi, dan rumah serta desa mereka dibakar.

Menurut pemerintah Bangladesh, sekitar 3.000 orang Rohingya terbunuh dalam aksi kekerasan tersebut.

Sementara Pemerintah Indonesia mengatakan pada Selasa (12/9) akan mengirimkan bantuan, termasuk beras, selimut dan pakaian kepada pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Kepada para wartawan di Istana Negara,  sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu, Selasa (12/9), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bantuan akan diberikan kepada pengungsi Rohingya di Chittagong dan Cox’s Bazaar, Bangladesh.

Sebelumnya Turki telah mengirimkan bantuan kepada pengungsi Rohingya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa dia akan mengangkat isu ini di PBB.

Rohingya yang digambarkan oleh PBB sebagai etnis paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak kekerasan komunal pada 2012 dilancarkan terhadap mereka.

Oktober 2016 lalu, pasukan keamanan Myanmar melancarkan tindakan keras selama lima bulan, hingga sekitar 400 orang terbunuh.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan, termasuk bayi dan anak kecil, pemukulan brutal dan penghilangan nyawa yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran HAM merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. (S)

Sumber: Anadolu