Dinilai Bisa Menyesatkan, MUI Kaji Acara ‘Karma’ ANTV

Ketua Komisi Bidang Infokom MUI Masduki Baidlowi

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Ketua Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi mengatakan bahwa saat ini MUI tengah melakukan kajian terhadap tayangan ‘Karma’ ANTV yang menampilkan seorang dukun Roy Kiyoshi.

“Nah itu kita sedang melakukan kajian, seperti apa. Tinjauannya apakah ada prinsip pelanggaran atau tidak,” terang Baidlowi kepada Salam-Online saat ditemui di Acara ‘Anugerah Syiar Ramadhan’ di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2018).

Sebelumnya acara yang menampilkan Roy Kiyoshi dalam membaca sesuatu Ghaib tersebut, telah mendapatkan respons dari mantan Ketum MUI Prof Dr HM Din Syamsuddin, MA.

Setelah menonton acara tersebut, Din menyimpulkan bahwa banyak hal yang bertentangan dengan Akidah Islamiyah yang ditampilkan. Bahkan, menurutnya, dapat menyesatkan.

Oleh karena hal itu dapat menyesatkan akidah umat Islam, mantan Ketum PP Muhammadiyah itu meminta Komisi Pengkajian MUI agar segera mengkaji lebih lanjut program tersebut.

Kepada KPI Din mendesak segera melakukan langkah-langkah sesuai kewenangannya dan ketentuan hukum yang berlaku,

Baca Juga

“Saya meminta ANTV untuk menghentikan tayangan tersebut, sebelum menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam, selain dari meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mengambil langkah,” desaknya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr HM Din Syamsuddin, MA

Baidlowi mengaku bahwa kajian yang tengah dilakukan MUI saat ini terhadap acara “Karma”, salah satunya juga karena masukan Din.

“Maka itu atas masukan Pak Din itu kami juga intensif melakukan pembahasan,” ujar Baidlowi.

Masyarakat, ungkap Baidlowi, seharunya mendapatkan konten siaran transformatif, baik secara agama, ilmu pengetahuan maupun hiburan. Karena, menurutnya, konten siaran, termasuk yang dapat mencerdaskan kehidupan.

“Tapi yang terpenting justru informasi-informasi yang bersifat hiburan, itu yang harus mencerdaskan,” tutur wartawan senior ini. (MNM/Salam-Online)

Baca Juga