Meleset, Hasil Survei LSI Denny JA Soal Akhir Corona Dikepret Rizal Ramli

Rizal Ramli

SALAM-ONLINE.COM: Ekonom senior Rizal Ramli menilai hasil survei LSI Denny JA tentang Covid-19 membodohi rakyat. Dalam surveinya pada April 2020, LSI menyebut pandemi Virus Corona di Indonesia bakal teratasi pada Juni 2020.

“Prediksi yang melesetnya sangat akurat seperti survey2 yang kerap membohongi dan membodohi rakyat dan menina-bobokan pejabat. Wabah survey, How low can you go?” tulis Rizal Ramli dalam akun Twitter-nya.

“Yang bayar surveyor dan minta hasil bagus, percaya dari hasil ‘crooked survey’ itu dan menggunakannya sebagai alat propaganda kepada rakyat. Harus ada etika dan UU yang mengatur survei dan pollster. Kalau ndak, bisa jadi promotor of ‘public lies’,” kata Rizal.

Bukannya menurun, pada Juni 2020 seperti disebut dalam hasil survei LSI Denny JA, justru kasus penularan Corona di Indonesia semakin meluas dan sejauh ini belum terlihat tanda-tanda akan segera melewati puncak.

Mengutip ekonom Rizal Ramli, sejumlah media online menyebut survei yang dilakukan LSI Denny JA mengenai akhir dari pandemi Covid-19 itu terbukti ambyar.

Survei Denny JA itu dilakukan mengiringi kampanye “New Normal” yang dilakukan pemerintah demi mendorong pergerakan roda ekonomi yang sempat melemah menyusul penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah kota dan provinsi terutama di DKI Jakarta.

Kampanye “New Normal” yang kemudian diubah menjadi Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) dipandang sebagai upaya untuk menghindarkan pergerakan krisis kesehatan yang telah berubah menjadi krisis ekonomi pada Kuartal II ke arah krisis politik. Walaupun syarat untuk melakukan pelonggaran itu seperti yang dirumuskan WHO, belum terpenuhi.

Baca Juga

Merespons keinginan Pemerintah Pusat, Pemerintah DKI Jakarta pun sempat melonggarkan PSBB di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pelonggaran ini sebagai PSBB Transisi.

Istilah yang digunakan Pemprov DKI Jakarta bagi banyak kalangan adalah sinyal bahwa Pemprov DKI Jakarta mengikuti keinginan Pemerintah Pusat melonggarkan PSBB dengan setengah hati. Nampaknya, Pemprov DKI Jakarta sadar benar bahwa situasi belum memungkinkan untuk pelonggaran.

Ekonom senior DR Rizal Ramli lewat akun Twitternya pada Sabtu (19/9/20) mengingatkan publik akan hasil survei Denny JA yang ambyar itu.

Rizal Ramli menggunakan istilah “crooked” untuk survei seperti itu. “Crooked survei” secara harafiah berarti “survei yang bengkok” atau manipulatif.

Survei bengkok ini digunakan oleh pihak yang membayar survei sebagai alat propaganda.

“Harus ada etika dan UU yang mengatur survei dan pollster. Kalau ndak, bisa jadi promotor of ‘public lies’ (kebohongan publik),” tulis Rizal Ramli. (S)

Sumber: Twitter, rmol.id

awefawef100795