AS Sebut Ada Kesepakatan Suriah-‘Israel’ untuk Akhiri Kekerasan

Menlu AS Marco Rubio

SALAM-ONLINE.COM: Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan telah ada kesepakatan untuk memulihkan ketenangan di Suriah pada Rabu malam (16/7/2025). Ia menyalahkan kesalahpahaman atas kekerasan yang mencakup serangan penjajah “Israel” di ibu kota Suriah, Damaskus.

“Kami telah menyepakati langkah-langkah spesifik yang akan mengakhiri situasi yang meresahkan dan mengerikan itu malam ini,” tulis Rubio di X seperti dilansir AFP.

“Ini mengharuskan semua pihak untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat dan inilah yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka,” tulisnya, tanpa merinci lebih lanjut tentang sifat perjanjian tersebut.

Rubio, yang sebelumnya mengatakan akan mengharapkan “kemajuan nyata” dalam beberapa jam, menyalahkan “konflik historis yang telah berlangsung lama” atas bentrokan di kota Sweida yang mayoritas penduduknya dari etnis Druze, yang disebut penjajah “Israel” sebagai tempat intervensi militer terbarunya.

“Ini menyebabkan situasi yang tidak menguntungkan dan nampaknya terjadi kesalahpahaman antara pihak ‘Israel’ dengan pihak Suriah,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih terkait situasi tersebut, termasuk serangan “Israel” terhadap markas besar tentara Suriah di Damaskus.

“Kami telah berdialog dengan mereka sepanjang pagi dan sepanjang malam – dengan kedua belah pihak – dan kami pikir kami sedang menuju de-eskalasi yang sesungguhnya dan kemudian semoga dapat kembali ke jalur yang benar dan membantu Suriah membangun negaranya serta mencapai situasi di Timur Tengah yang jauh lebih stabil,” ujar Rubio, yang juga penasihat keamanan nasional AS, disambut anggukan Trump.

Baca Juga

Rubio, yang ditanya oleh seorang wartawan sebelumnya di Departemen Luar Negeri mengenai pendapatnya tentang serangan “Israel”, mengatakan, “Kami sangat prihatin. Kami ingin ini dihentikan.”

Departemen Luar Negeri kemudian mengeluarkan komentar yang lebih lengkap di mana Rubio tidak secara langsung merujuk “Israel”, tetapi ia mengatakan bahwa kekerasan komunal tersebut merupakan “ancaman langsung terhadap upaya untuk membantu membangun Suriah yang damai dan stabil”.

“Kami telah dan masih melakukan pembicaraan berulang kali dan terus-menerus dengan pemerintah Suriah dan “Israel” mengenai masalah ini,” ujarnya.

Presiden Trump sendiri mendukung penjajah”Israel” dalam serangan militernya di Gaza dan Iran.

Namun dikatakan, AS memprioritaskan diplomasi dengan kepemimpinan baru Suriah, setelah pasukan oposisi menggulingkan penguasa lama Basyar Assad pada Desember 2024 lalu. (ib)

Baca Juga