Inggris Tolak Keras Sistem Bantuan ‘Israel’ yang ‘Berbahaya’ dan tidak Bermartabat bagi Warga Gaza

Menlu Inggris David Lammy

SALAM-ONLINE.COM: Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menegaskan kembali penolakan keras negaranya terhadap sistem bantuan Israel yang “berbahaya” dan “tidak manusiawi”. Ia “mengutuk keras” pembunuhan warga Gaza yang mencari makanan.

Dalam pidatonya pada Senin (21/7/2025) di parlemen, seperti dilansir Anadolu, Selasa (22/7), David Lammy menunjukkan bahwa sudah sekitar empat bulan sejak “Israel” melanjutkan serangan mematikannya di Jalur Gaza. Hampir 60.000 orang telah terbunuh dalam serangan “Israel” sejak Oktober 2023 itu.

Lammy mengatakan bahwa pasukan “Israel” telah mengusir warga Palestina dari 86% wilayah Gaza dan membuat sekitar 2 juta orang terjebak di area seluas kurang dari 20 mil persegi itu. Ia mencatat bahwa apa pun klaim “Israel”, pengungsian (pengusiran) berulang kali begitu banyak warga sipil tidak menjamin keamanan mereka. “Malah, justru sebaliknya.”

“Sistem bantuan “Israel” yang baru itu tidak manusiawi, berbahaya, dan merampas martabat manusia warga Gaza. Sistem ini memaksa warga sipil yang putus asa, termasuk anak-anak, untuk berebut dengan tidak aman demi mendapatkan kebutuhan pokok hidup,” ujarnya.

Lammy menggarisbawahi bahwa ini adalah “pertunjukan yang mengerikan, yang menimbulkan korban jiwa yang mengerikan,” katanya, seraya mengingatkan bahwa hampir 1.000 warga sipil telah terbunuh sejak Mei saat mencari bantuan, termasuk 100 orang yang direnggut nyawanya hanya dalam akhir pekan ini saja.

“Jet-jet tempur ‘Israel’ telah menyerang perempuan dan anak-anak yang sedang menunggu klinik kesehatan dibuka… Saya mengutuk keras pembunuhan warga sipil yang sedang berusaha memenuhi kebutuhan paling dasar mereka,” tambahnya.

“Apa pembenaran militer untuk serangan yang telah menewaskan anak-anak yang putus asa dan kelaparan?”

Lammy mengatakan bahwa ia sangat yakin tindakan “Israel” telah menyebabkan “kerusakan yang tak terhitung” terhadap posisi “Israel” di dunia dan merusak keamanan jangka panjang penjajah itu.

Menyinggung pernyataan kontroversial pejabat “Israel” tentang pengusiran seluruh penduduk Gaza ke Rafah, Lammy mengatakan ini adalah “visi kejam yang tidak boleh terjadi”.

“Saya mengutuknya dengan tegas. Pengungsian paksa permanen merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional,” ujarnya.

Baca Juga

Ia menekankan bahwa kelompok perlawanan Palestina, Hamas, dan “Israel”, harus segera berkomitmen untuk gencatan senjata. Ia mengatakan gencatan senjata berikutnya “harus menjadi gencatan senjata terakhir”.

Bantuan kemanusiaan baru

Lammy juga mengumumkan tambahan dana sebesar £40 juta ($53,9 juta) untuk bantuan kemanusiaan di Gaza tahun ini, termasuk £7,5 juta untuk badan amal bantuan medis garis depan UK-Med guna mendukung operasi vital mereka di Gaza dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa Inggris juga akan menyediakan dana sebesar £20 juta untuk mendukung layanan penting UNRWA bagi pengungsi Palestina.

“Pendanaan ini akan menyediakan makanan darurat, tempat tinggal, dan dukungan lainnya bagi lebih dari 2 juta orang, serta mendukung pekerjaan UNRWA yang lebih luas di seluruh kawasan,” demikian pernyataan tersebut.

Beralih ke situasi di Tepi Barat, Lammy mengatakan apa yang terjadi di wilayah Palestina yang diduduki/dijajah adalah “laju ekspansi permukiman yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

“Menyusul kengerian di Gaza, terdapat kampanye yang semakin gencar untuk mencegah terbentuknya negara Palestina di masa depan di Tepi Barat.

“Ini didukung oleh (Perdana Menteri penjajah Benjamin) Netanyahu, didorong oleh para menterinya.”

“Kita melihatnya dalam laju ekspansi permukiman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam tingkat kekerasan pemukim yang mengejutkan, bahkan terorisme pemukim, karena itulah serangan ideologis yang paling mengerikan,” tambahnya.

Beralih ke rencana “Israel” untuk membangun unit-unit baru di wilayah E1 Yerusalem timur yang diduduki, Lammy menggarisbawahi bahwa rencana ini “sama sekali tidak dapat diterima”, “ilegal”, dan “tidak boleh terjadi”. (kk)

Baca Juga