Perundingan Gencatan Senjata Berlanjut, Hamas Setuju Bebaskan 10 sandera ‘Israel’ di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan mereka setuju untuk membebaskan 10 sandera “Israel” sebagai bagian dari “fleksibilitas” mereka untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Hamas melanjutkan upaya intensif dan bertanggung jawabnya untuk memastikan keberhasilan putaran negosiasi yang sedang berlangsung.
“Kami berupaya mencapai kesepakatan komprehensif yang mengakhiri agresi terhadap rakyat kami, menjamin masuknya bantuan kemanusiaan secara bebas dan aman, serta meringankan penderitaan yang semakin parah di Jalur Gaza,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (9/7/2025) malam, Anadolu melaporkan, Kamis (8/7).
“Dalam komitmennya terhadap keberhasilan upaya saat ini, gerakan ini telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dan setuju untuk membebaskan 10 tahanan.”
Hamas mengatakan isu-isu kunci, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan “Israel” dari wilayah kantong tersebut, dan jaminan nyata untuk gencatan senjata yang langgeng, masih dalam pembahasan.
Belum ada tanggapan dari pihak penjajah “Israel” atas pernyataan Hamas tersebut.
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik “Israel”, KAN, mengutip sumber anonim yang mengetahui negosiasi tersebut, mengklaim bahwa “Israel” telah menunjukkan “fleksibilitas yang signifikan” dalam beberapa jam terakhir selama pembicaraan mengenai penarikan pasukan dari poros Morag di Gaza selatan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahannya “semakin dekat mencapai kesepakatan” mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza.
Sementara itu, menurut Channel 7 “Israel”, mantan Kepala Staf “Israel”, Gadi Eisenkot, mendesak Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu untuk “mengakhiri sikap keras kepalanya” dan segera mencapai kesepakatan untuk memulangkan para sandera dan menetapkan gencatan senjata “permanen” di Gaza.
Pada Selasa malam, Trump bertemu dengan Netanyahu di Gedung Putih untuk kedua kalinya dalam 24 jam. Pertemuan itu membahas gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran tahanan.
Delegasi dari Hamas dan penjajah melanjutkan negosiasi di ibu kota Qatar, Doha, untuk mengakhiri perang (genosida) yang telah merenggut lebih dari 57.000 nyawa warga Palestina sejak Oktober 2023. (mus)