Trump Puji Dirinya & Netanyahu ‘Pahlawan Perang’, Padahal ICC Mau Tangkap Gembong Penjajah Itu sebagai Penjahat Perang

SALAM-ONLINE.COM: Presiden AS Donald Trump memuji diri sendiri dan gembong penjajah Benjamin Netanyahu dengan mengeluarkan pernyataan yang memicu protes lantaran menyebut dia dan Netanyahu sebagai “pahlawan perang”. Padahal Netanyahu saat ini tengah diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait kejahatan perangnya di Gaza.
“Dia orang baik. Dia ada di sana berjuang… Dia ‘pahlawan perang’, karena kami bekerja sama. Dia ‘pahlawan perang’. Saya rasa saya juga (pahlawan perang)” klaim Trump, Selasa (19/8/2025) dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Mark Levin yang dikutip sejumlah media internasional, Rabu (20/8/2025).
Trump menolak upaya untuk meminta pertanggungjawaban hukum terhadap Netanyahu, dengan mengklaim, “Mereka mencoba memenjarakan (Netanyahu).”
Tidak jelas apakah yang ia maksud adalah surat perintah penangkapan ICC atas kasus Kejahatan perang Netanyahu di Palestina atau kasus korupsinya. Yang jelas, pada Juni lalu, Trump secara terbuka meminta agar persidangan kasus korupsi Netanyahu dihentikan.
Netanyahu, yang diadili sejak 2020 dalam kasus korupsi, adalah pemimpin penjajah pertama yang menghadapi proses pidana saat menjabat.
November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
‘Israel” juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas kejahatan perang brutalnya di wilayah kantong tersebut.
Menurut otoritas di Gaza, “Israel” hingga sementara ini telah membunuh lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023 —sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak . Serangan militer telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang kini tengah menghadapi bencana kelaparan yang memang sengaja dibikin oleh penjajah tersebut.
Trump juga mengatakan ia “bekerja keras” untuk mengamankan pembebasan sandera “Israel” dalam negosiasi-negosiasi sebelumnya dengan kelompok Palestina, Hamas. Ia bahkan dengan merasa hebatnya mengatakan: “Sayalah yang berhasil membebaskan semua sandera… Saya telah menerima begitu banyak surat dari orang tua, anak-anak, dan orang-orang yang berhasil dibebaskan… tidak satu pun dari mereka yang akan kembali, tetapi saya berhasil membebaskan mereka.”
Ia kemudian memuji serangan udara AS di situs-situs nuklir Iran pada Juni lalu — yang dianggapnya berhasil.
“Maksud saya, saya yang mengirim pesawat-pesawat itu… Para pilotnya datang. Saya yang memberi mereka penghargaan. Saya yang membawa mereka semua ke Ruang Oval, orang-orang yang terlibat dalam seluruh operasi itu, yang begitu sempurna… sebuah kehancuran total,” kata Trump dengan merasa bangganya, merujuk pada serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.
Ia juga mengecam Partai Demokrat, menuduh Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berpihak pada Palestina.
“Sungguh menakjubkan bahwa Partai Demokrat, seperti Schumer, adalah seorang Palestina. Anda tahu, dia sekarang adalah seorang senator Palestina. Kami memanggilnya senator Palestina dari New York,” celotehnya. (is)