Penjajah ‘Israel’ Bersikeras Nyatakan Lebanon bukan Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata
SALAM-ONLINE.COM: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa mengakhiri serangan “Israel” terhadap Lebanon adalah salah satu syarat yang ditetapkan Teheran untuk perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan Amerika Serikat (AS). Namun “Israel” bersikeras menyatakan bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata.
Dengan dalih itu, “Israel” tetap melancarkan serangan ke Lebanon. Presiden Donald Trump yang menandatangani perjanjian dengan Iran belum merespons serangan sekutunya itu ke Lebanon.
Sementara media Iran melaporkan, Pezeshkian menyampaikan pernyataan di atas dalam pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ia mengatakan penghentian serangan “Israel” di Lebanon termasuk di antara 10 syarat yang tercantum dalam perjanjian dengan Washington.
Pezeshkian juga menekankan bahwa Prancis memiliki peran penting sebagai salah satu penjamin gencatan senjata sebelumnya di Lebanon.
Presiden Iran mengatakan Teheran telah bertindak secara bertanggung jawab dengan menerima usulan gencatan senjata dan telah menunjukkan kesediaannya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Kedua pemimpin tersebut berbicara melalui telepon sehari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang bertujuan untuk membuka jalan bagi kesepakatan final untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari lalu.
Meskipun ada perjanjian gencatan senjata selama dua pekan, tentara “Israel” melancarkan gelombang serangan udara yang luas di seluruh Lebanon pada Rabu (8/4/2026) menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, demikian data dari Pertahanan Sipil Lebanon.
Sementara pejabat Iran dan Pakistan mengatakan perjanjian itu juga mencakup Lebanon. Namun “Israel” bersikerasmenyatakan bahwa Lebanon bukan bagian perjanjian dari gencatan senjata. (af)

