Turki: ‘Israel’ tak Dapat Hidup tanpa Musuh

Menlu Hakan Fidan: “Rezim Netanyahu dan para tokoh oposisinya berupaya nyatakan Turki sebagai musuh baru”

SALAM-ONLINE.COM: Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan bahwa “Israel” tidak dapat hidup tanpa musuh dan penjajah itu sekarang mencoba untuk menggambarkan Turki sebagai musuh.

Ketegangan antara Turki dengan penjajah “Israel” terus meningkat sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.

Perselisihan memasuki fase baru pada akhir pekan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Presiden AS Donald Trump tentang “kemungkinan provokasi dan sabotase” yang dapat membahayakan kesepakatan gencatan senjata awal dalam perang AS-“Israel” melawan Iran.

Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu bersumpah pada Sabtu bahwa “Israel” akan terus menghadapi Teheran dan sekutu regionalnya.

“Setelah Iran, ‘Israel’ tidak dapat hidup tanpa musuh,” kata Fidan dalam wawancara televisi dengan kantor berita Anadolu, Senin (13/4/2026).

Baca Juga

“Kita melihat bahwa tidak hanya rezim (penjajah) Netanyahu tetapi juga beberapa tokoh oposisi — meskipun tidak semua — berusaha untuk menyatakan Turki sebagai musuh baru,” katanya.

“Ini adalah perkembangan baru di pihak ‘Israel’… berubah menjadi strategi negara,” tambahnya.

Turki dan “Israel” sering berselisih di masa lalu, termasuk mengenai perang genosida “Israel” di Gaza dan mengenai masa depan Suriah.

Serangan tahun 2010 oleh pasukan “Israel” terhadap armada kapal sipil yang mencoba menerobos blokade angkatan laut “Israel” di Gaza menyebabkan kepahitan yang berkepanjangan antara kedua kekuatan regional tersebut.

Serangan terhadap armada yang diorganisir bersama oleh sebuah kelompok hak asasi manusia Turki, mengakibatkan kematian sembilan aktivis Turki dan seorang aktivis AS. (ib)

Baca Juga