Ada Ancaman Pembunuhan, Presiden Trump Tinggalkan Turki Gunakan Truk Katering Bandara

SALAM-ONLINE.COM: Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pada Selasa (11/8/2026) bahwa Secret Service (Dinas Rahasia) dan militer mengarahkannya untuk menggunakan “pesawat yang berbeda” saat meninggalkan Turki bulan lalu usai KTT NATO, karena ada ancaman pembunuhan.

Trump diarahkan untuk ganti pesawat. Ia terpaksa menggunakan truk katering bandara untuk menuju pesawat lain.

“Itu sepenuhnya keputusan Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka inginkan. Jadi, saya mengikuti arahan Secret Service dan militer. Mereka ingin saya pergi dengan penerbangan lain, pesawat lain, dengan tingkat keamanan yang sama,” ujar Trump kepada para wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland setelah kembali dari Ohio, seperti dilansir Anadolu, Rabu (12/8).

“Mereka ingin saya melakukannya, jadi saya melakukannya. Saya melakukan apa yang mereka katakan,” ucapnya.

“Saya rasa ada ancaman di luar sana. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya sering menerima banyak ancaman,” tambahnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga

“Saya menghadapi banyak ancaman. Banyak ancaman yang tidak kalian ketahui. Setiap presiden yang berdampak besar pasti menghadapi banyak ancaman. Presiden yang tidak berdampak besar tidak diancam. Dan menurut saya, mungkin sayalah presiden yang paling berdampak besar. Tidak ada yang melakukan lebih banyak hal daripada saya dalam kurun waktu hampir enam tahun,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditanya mengenai laporan *The Washington Post* yang menyebutkan bahwa ia diam-diam berganti pesawat setelah sebelumnya tampak akan menaiki Air Force One di Ankara.

Menurut laporan tersebut, Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer yang lebih kecil dalam sebuah operasi rahasia. Sementara Air Force One tetap terbang membawa pejabat Gedung Putih, personel keamanan, dan wartawan.

The Washington Post melaporkan bahwa operasi itu dipicu oleh dugaan ancaman pembunuhan dari Iran. Pemindahan Trump dari Air Force One dilakukan melalui kendaraan katering bandara sebelum ia menaiki pesawat lain.

Operasi tersebut dilakukan setelah Trump menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli lalu. (af)

Baca Juga