Singkirkan 10 Juta Ton Puing, ‘Israel’ Hilangkan Bukti Kejahatan Perang di Gaza

Sekitar 400 unit alat berat sedang dioperasikan di Gaza oleh kontraktor sipil untuk merobohkan bangunan, meratakan lahan, dan menyingkirkan puing-puing dari lokasi tersebut.

SALAM-ONLINE.COM: Pasukan “Israel” berupaya menyembunyikan bukti kejahatan yang dilakukan di Gaza dengan menyingkirkan jutaan ton puing dari wilayah tersebut, demikian menurut sebuah kelompok hak asasi manusia pada Senin (3/8/2026).

Dilansir kantor berita Anadolu, Selasa (4/8), kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia, Euro-Med, menyatakan bahwa tentara dan kontraktor telah menyingkirkan setidaknya 10 juta ton puing dari dua pertiga wilayah Gaza yang saat ini berada di bawah kendali “Israel”.

Organisasi tersebut mengatakan pihaknya telah memantau hampir 100 truk yang keluar dari Gaza setiap harinya untuk mengangkut puing ke lokasi-lokasi yang tidak diungkapkan. Puing-puing tersebut diangkut ke wilayah jajahan “Israel” dan Tepi Barat yang diduduki.

Sekitar 400 unit alat berat dioperasikan oleh kontraktor sipil untuk merobohkan bangunan, meratakan lahan, dan membersihkan puing-puing dari lokasi kejadian.

“Penyingkiran puing secara sistematis dengan kecepatan seperti ini menyembunyikan bukti kejahatan mengerikan yang dilakukan ‘Israel’ di Gaza, khususnya yang terkait dengan genosida, seperti eksekusi di tempat dan pembunuhan warga sipil tak bersenjata,” ungkap Euro-Med.

Baca Juga

“Lokasi-lokasi ini memerlukan pemeriksaan cermat dan penyelidikan kriminal menyeluruh sebelum ada intervensi apa pun yang dapat mengubah atau melenyapkan karakteristiknya,” tambah organisasi tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa operasi tersebut dapat menghancurkan secara permanen bukti-bukti kejahatan yang sedang diselidiki oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang pada tahun 2024 mendakwa Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya melakukan kejahatan perang.

Militer “Israel” telah mengubah sebagian besar wilayah Gaza menjadi puing-puing sejak Oktober 2023. Ribuan serangan udara dan penghancuran bangunan secara terkendali telah melenyapkan kota-kota dari peta. “Israel” juga mengubah sebagian besar wilayah tersebut menjadi kawasan yang hancur lebur. Sebuah laporan penilaian kerusakan yang diterbitkan oleh PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa pada April lalu menyebutkan bahwa penghancuran tersebut telah menyisakan lebih dari 68 juta ton puing.

Militer “Israel” telah menghancurkan atau merusak lebih dari 80% seluruh bangunan di wilayah tersebut. Termasuk lebih dari tiga perempat jumlah rumah.

Penilaian tersebut memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai lebih dari US$71 miliar, dengan kebutuhan dana lebih dari US$1,7 miliar hanya untuk membersihkan puing-puing di wilayah tersebut. (af)

Baca Juga