Kebakaran Hutan Hancurkan 700 Rumah di Negara bagian Washington, 65.000 Orang Dievakuasi

SALAM-ONLINE.COM: Lebih dari 65.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di negara bagian Washington, AS, karena beberapa kebakaran hutan terus menghancurkan lanskap, melenyapkan ratusan bangunan.

“Sebanyak 65.000 orang terpaksa mengungsi,” demikian konfirmasi Palang Merah Amerika pada Senin (3/8/2026). Organisasi tersebut mencatat bahwa penilaian awal menunjukkan api telah menghanguskan lebih dari 700 rumah, terutama di wilayah Spokane County.

Sheriff Spokane County, John Nowels, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang telah menangkap seorang pria dengan tuduhan pembakaran tingkat pertama.

Seorang tersangka berusia 37 tahun, Aaron F. Farinacci, ditangkap pada Senin sore waktu setempat dan ditahan dengan jaminan $1 juta, kata Nowels.

Tersangka diduga terkait dengan Kebakaran Old Trails, salah satu dari beberapa kebakaran yang saat ini mengancam daerah tersebut.

Tim Manajemen Insiden Kebakaran Kompleks Spokane melaporkan bahwa cuaca yang lebih baik memungkinkan kru untuk membuat kemajuan di garis depan kebakaran.

Baca Juga

Data dari sistem antarlembaga InciWeb menunjukkan bahwa kebakaran di dekat wilayah Spokane dan Stevens telah menghanguskan 8.026 hektar (3.248 hektar) sejak Sabtu. Kebakaran ini saat ini masih belum terkendali sama sekali (0%).

Bagian lain negara bagian menghadapi ancaman yang lebih besar. Kebakaran Sinlahekin telah meluas hingga 85.000 hektar (34.398 hektar) sejak dipicu oleh petir pada 26 Juli. Lebih dari 820 personel sedang berjuang memadamkan api tersebut, yang juga belum terkendali. Sementara itu, Kebakaran Little Giant di barat laut Leavenworth telah membakar 51.298 hektar (20.759 hektar) di Hutan Nasional Okanogan-Wenatchee.

Gubernur Washington Bob Ferguson mengatakan mereka telah memastikan keberadaan hampir semua orang yang meminta bantuan, tetapi masih berusaha menghubungi 14 orang lainnya untuk memverifikasi keselamatan mereka.

Dalam laporan CNN, Ferguson mengatakan 14 orang tersebut “tidak hilang”, tetapi para pejabat ingin mendengar kabar dari mereka untuk memastikan mereka baik-baik saja.

Gubernur mencatat belum ada kematian yang dikonfirmasi hingga saat ini. (is)

Baca Juga