Suara Partai Arab Melonjak, Polisi Penjajah tidak Temukan Bukti Tuduhan Kecurangan Pemilu ‘Israel’

SALAM-ONLINE.COM: Kepolisian penjajah “Israel” tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan kecurangan pemilu oleh partai Likud pimpinan Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu. Sementara Komite Pemilihan Umum Pusat menyatakan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan integritas pemungutan suara saat ini, demikian dilaporkan harian Israel Hayom pada Rabu (28/10) malam.
Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, surat kabar tersebut menyatakan bahwa penilaian komite tersebut bertentangan dengan tuduhan Likud mengenai kecurangan di tempat pemungutan suara di komunitas Arab. Menurut laporan itu, pihak kepolisian juga menyatakan tidak ada bukti yang dapat memperkuat tuduhan tersebut.
Sebelumnya pada Rabu, Likud mengeklaim bahwa partai-partai Arab telah “mencuri” pemilu melalui penyuapan, intimidasi, kekerasan, pemalsuan, serta penggunaan perangkat lunak terlarang untuk memobilisasi pemilih.
Partai tersebut juga menuduh partai-partai Arab mendukung terorisme dan berupaya menghancurkan “negara Yahudi”.
Likud menyatakan telah menyerahkan ratusan kesaksian dan bukti kepada kepolisian, badan keamanan dalam negeri Shin Bet, dan komite pemilihan umum, seraya menuntut diadakannya penyelidikan.
Komite tersebut mengonfirmasi telah menerima pengaduan dari Likud dan sedang memeriksanya sebagai bagian dari tinjauan rutin terhadap keluhan mengenai integritas pemilu dari semua pihak.
Tuduhan dari Likud muncul di saat partai-partai yang sebagian besar beranggotakan warga Arab—yaitu Ra’am dan Joint List—diproyeksikan meraih total 19 kursi, jumlah yang melonjak drastis dan memecahkan rekor. Kondisi ini menyebabkan, baik blok Netanyahu maupun blok rival utamanya tidak berhasil mencapai suara mayoritas di parlemen.
Menurut laporan The Times of Israel, komite pemilu menyatakan pada Selasa bahwa tidak ada indikasi kecurangan pemungutan suara yang sistematis, dan laporan-laporan individual sedang ditangani segera.
Dengan hampir 90% suara telah dihitung, blok Netanyahu diproyeksikan meraih 53 kursi di Knesset (parlemen) yang beranggotakan 120 orang. Sementara blok yang dipimpin oleh tokoh partai Yashar, Gadi Eisenkot, diperkirakan meraih 48 kursi.
Belum ada satu pun blok yang mencapai 61 kursi yang diperlukan untuk meraih mayoritas suara di parlemen.
Angka-angka tersebut masih bersifat sementara, mengingat ratusan ribu surat suara dalam “amplop ganda”—termasuk suara dari tentara dan diplomat—masih menunggu untuk dihitung. (mus)



