Terima Audiensi DSKS dan Elemen Masyarakat, DPRD Surakarta Sepakat: Tolak Konser Andrea Bocelli!
SALAM-ONLINE.COM: Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta pada Rabu (21/10/3026).
Audiensi dilakukan untuk menyatakan penolakan terhadap konser Andrea Bocelli di Borobudur pada 31 Oktober 2026 mendatang. Diketahui, Bocelli memiliki rekam jejak keterlibatan penyanyi ini dalam acara penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Dalam audensi tersebut, hadir sejumlah anggota DPRD Kota Surakarta, di antaranya Martuti (PKB), Ardianto Kuswinarno (Gerindra), dan Daryono (PKS). Para perwakilan DPRD Kota Surakarta sependapat dengan pihak DSKS terkait persoalan konser Andrea Bocelli tersebut.
Endro Sudarsono selaku Humas DSKS menyampaikan bahwa penolakan konser Andrea Bocelli ini merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan Palestina dan salah satu bentuk solidaritas umat dan masyarakat.
“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian DPRD Kota Surakarta,” kata Endro, Rabu (21/10).
Sementara M Burhanudin Hilal dari Komisi Ukhuwah MUI Surakarta menyatakan sikap pihaknya sejalan dengan fatwa MUI pusat yang, menurutnya, menjadi dasar penolakan terhadap konser Andrea Bocelli.
“Dasar MUI yaitu pembukaan UUD 45, karenanya harus membela dengan teguh bangsa Palestina dan menolak penjajahan ‘Israel’. Dan dengan fatwa MUI yang mendukung perjuangan Palestina, kita sebagai warga Indonesia tidak boleh menjadi tempat bangsa Zionisme ‘Israel’. Maka dengan adanya konser Bocelli yang akan digelar di Borobudur, kita dengan tegas menolak konser tersebut,” ujarnya.
Ia mengaitkan sikap penolakan tersebut dengan komitmen konstitusional Indonesia untuk menentang penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Surakarta, Daryono, dari Fraksi PKS, menyatakan secara pribadi menolak rencana konser tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa sikap itu sejalan dengan sikap fraksinya.
“Saya kira secara pribadi dan sikap partai, kami dari fraksi PKS, sepakat menolak konser Andrea Bocelli. Kami perlu menyampaikan secara tegas: menyayangkan kenapa pemerintah bisa kecolongan dengan rencana acara tersebut,” sesalnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Surakarta, Ardianto Kuswinarno, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan elemen Islam se-Soloraya. Ia mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat pusat.
“Secara tegas partai kami, bahkan Presiden Pak Prabowo, secara tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kehadiran jenengan tentu saya dukung dan akan saya terima, dan akan saya sampaikan ke pusat bahwa masyarakat solo menolak konser ini, karena membuat kegaduhan,” tegasnya.
Senada dengan Daryono dan Adianto Kuswinarno, Martuti dari Fraksi Karya Amanat Bangsa (KAB) juga mendukung aspirasi yang diusung oleh sejumlah tokoh dan Ulama Kota Surakarta. []







