Saksi Mata Melihat Militer Rezim Asad Gunakan Senjata Kimia

Korban senjata kimia rezim biadab militer Asad di Kota Saraqeb-jpeg.imageSURIAH (SALAM-ONLINE): Koresponden BBC yang mengunjungi Utara kota Saraqeb pada Kamis (16/5/ 2013) melaporkan telah mendapat informasi dari beberapa saksi mata bahwa helikopter rezim Basyar Asad telah menjatuhkan paling tidak dua benda yang berisi gas beracun.

Pemerintah Suriah selama ini bersikera menolak tuduhan penggunaan senjata kimia dan balik menuduh kelompok pejuang Jabhah Nushrah (JN)-lah yang melancarkan serangan dengan senjata kimia.

Namun saksi mata di lapangan membuktikan bahwa helikopter militer rezim Asad-lah lah yang menggunakan senjata kimia.

Tapi, meski  demikian, Presiden Barack Obama sejauh ini menyatakan bahwa laporan penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah masih belum memiliki bukti yang cukup.

Sementara Sekretaris Menteri Dalam Negeri Inggris, William Hague mendesak Suriah untuk mengizinkan tim pencari fakta PBB memasuki negeri konflik ini guna penyelidikan penggunaan senjata kimia. Hal ini sejalan dengan resolusi PBB, Kamis (15/5/2013) yang menyetujui perlunya segera dilakukan investigasi penggunaan senjata kimia oleh rezim brutal Asad.

Pada 29 April 2013 lalu, Saraqeb, sebuah kota di barat laut Aleppo, mendapat bombardir artileri dari tentara rezim Basyar Asad. Dokter yang bertugas di rumah sakit setempat melaporkan pada koresponden BBC,  Ian Pannell, bahwa ia mendapati 8 pasien  yang menderita problem pernafasan setelah penyerangan tersebut.

Sebagian orang muntah-muntah dan sebagian pupil matanya terhalang selaput. Seorang wanita bernama Maryam Khatib, tak berapa lama kemudian meninggal.

Baca Juga

Beberapa video yang diserahkan kepada koresponden BBC menunjukkan bukti penggunaan senjata kimia. Tes terhadap bukti-bukti yang ada sedang dikirim ke Prancis, Amerika, Inggris dan Turki untuk diteliti lebih lanjut.

Putra Nyoya Khatib bernama Mohammed yang membawa ibunya untuk melakukan pemeriksaan juga mengalami kesulitan bernafas setelah serangan tersebut.

Suriah-korban-bom-kimia-di-saraqeb-jpeg.image
Korban bom kimia di Kota Saraqeb, Suriah

“Sangat mengerikan, baunya sangat menusuk. Saya tidak dapat bernafas sama sekali seperti mau mati rasanya. Bahkan mata saya juga tidak dapat melihat apa-apa selama 3 – 4 hari,” demikian cerita Mohammed kepada koreponden BBC. (Abu Akmal Mubarok/Salam Online)

Sumber: BBC

Baca Juga