Layakkah Iran Berada di Barisan OKI?

–Catatan ABU MUAS TARDJONO–

Iran-layakkah menjadi anggota OKI-jpeg.imageSALAM-ONLINE: Layakkah Iran Berada di Barisan Organisasi Konferensi Islam (OKI)? Buku yang hadir di hadapan sidang pembaca dengan judul: Zionis & Syiah Bersatu Hantam Islam ini menjawab pertanyaan di atas.

Buku ini juga bisa disebut sebagai salah satu pencerah bagi umat Islam pada umumnya—bahkan di antara para pengurus DKM Masjid yang notabene sebagai pelayan umat—yang masih menganggap bahwa Syiah dengan Iran-nya adalah bagian dari Islam.

Anggapan yang sesat dan menyesatkan ini sudah saatnya dihentikan karena tidak sedikit pula umat Islam menganggap bahwa Mahmoud Ahmadinejad, Iran dengan Syiahnya sebagai representasi negara-negara Islam dalam menghadapi hegemoni Amerika Serikat, sehingga tak jarang umat Islam terlanjur mengidolakan mantan Presiden Syiah Iran itu sebagai tokoh dunia yang paling berani melawan Amerika.

Lalu, bagaimana sebenarnya sikap Iran yang selama ini diopinikan media sekuler seolah-olah paling berani melawan Amerika, benarkah demikian adanya? Benarkah pula di balik layar, ada hubungan “Segitga” yang sangat mesra antara Iran–Amerika Serikat–“Israel”? Bagaimana pula dengan umat Islam yang sudah terlanjur mengidolakan Ahmadinejad?

Menjawab beberapa pertanyaan di atas, Pizaro, sang penulis, memaparkan dalam bukunya yang setebal 448 halaman, 16 sub judul, yang dalam skematik bukunya tidak disebutkan bab.  Pada sub-sub judul awal, sidang pembaca sudah mulai diajak mengerutkan keningnya setelah membaca paparan betapa mesranya hubungan Syi’ah-Zionis-Amerika.

Dalam kata pengantarnya, Ustadz Farid Achmad Okbah, pengamat Syiah, mengingatkan kita semua bahwa dari segi ajaran banyak persamaan antara ajaran Syiah dan Yahudi, terlebih dalam kaitan perkembangan politik kekinian, tidak sedikit terungkap hubungan kerja sama antara Syiah dan Yahudi. Okbah menukil ungkapan Henry Kissinger, Yahudi Amerika, bahwa: “Siapa yang ingin menguasai umat Arab dan Islam maka harus menghancurkan keinginan Irak karena di sanalah intinya.” Terbukti kemudian Amerika mengambil tiga langkah: Meruntuhkan Irak, menghancurkan semua tatanan Islam dan mendirikan negara beraliran Syiah.

Dalam prolognya, Editor mengajak sidang pembaca untuk melihat realita kondisi umat Islam di berbagai penjuru bumi saat ini yang terlihat semakin nampak ketidakberdayaannya dalam menghadapi musuh-musuh Allah. Editor mengingatkan kita bahwa kekalahan dan ketidakberdayaan umat Islam saat ini, karena memang kaum Musliminlah yang lemah. Bukan karena si musuh yang kuat, melainkan ada satu penyakit yang kronis sedang melanda sebagian besar umat Islam, yakni penyakit “Al-Wahn” (Cinta Dunia Benci Mati), sebagaimana diingatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam belasan abad yang lalu.

Dimulai pada sub judul kedua hingga keenam, penulis memaparkan perselingkuhan tiga negara penghancur Islam. Pembedahan diawali paparan perselingkuhan Suriah-“Israe”l-Amerika dalam menghancurkan Islam, kerja sama Syiah-Amerika dalam invasi Irak, hubungan intim “Israel”-Iran, derita umat Islam di Iran dan tangan berdarah “Hizbullah-Israel” atas kaum Muslimin.

Tak kalah menarik untuk disimak adalah tentang Skandal Iran Contra, yakni tragedi yang sangat menampar Iran-Amerika-“Israel” yang sekaligus membongkar simbiosis mutualisme antara Syiah dengan gerakan Zionis Internasional. Namun sayang dalam tragedi ini, penulis mungkin lupa tidak mencantumkan tahun peristiwanya. Terlepas dari itu, namun tentu para pembaca bisa memahami substansi tragedi yang terjadi tentang skandal yang cukup menghebohkan dunia itu.

Sebelum mengakhiri tulisannya, penulis, di “dua” bagian terakhir sub judulnya mengingatkan kita untuk mewaspadai fitnah akhir zaman dan bagaimana sikap yang harus dilakukan umat Islam dalam menghadapi bersatunya Zionis & Syiah. Salah satu hal di antara yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi Zionis & Syiah adalah memperkokoh peran kawula muda Muslim untuk mau berjuang di jalan Allah.

Semoga, Pizaro, penulis buku ini, termasuk kawula muda Muslim yang meski usianya belum mencapai “kepala tiga” tapi sudah bisa menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang kajian Konspirasi Zionis Internasional ini, menjadi pendorong bagi generasi seusianya untuk mau berjuang di jalan Allah melalui keahliannya masing-masing. Tak terkecuali dalam bidang jurnalistik, sehingga pada gilrannya akan muncul Pizaro-Pizaro lain yang siap membela Islam dan umatnya.

Buku ini layak dibaca, disimak dan dihayati oleh kaum Muslimin pada umumnya, dan khususnya bagi para pengurus DKM Masjid untuk menyediakan buku ini di masjidnya, sehingga diharapkan tak ada lagi personil pengurus DKM Masjid yang menganggap bahwa Syiah adalah bagian dari Islam, padahal Syiah bukan Islam.

Buku zionis & syiah bersatu hantam Islam-jpeg.imageJadi, layakkah Iran yang Syiah itu berada di barisan  OKI, kita sudah tahu jawabnya setelah membaca buku ini. Wallahu a’lam bish-shawab.

-Penulis, pemerhati perbukuan dan media

Baca Juga