Mantan Presiden Ini Ikut Provokasi Pembantaian Muslim Afrika Tengah

Afrika Tengah-Francois_bozize-jpeg.image
Francois Bozize

SALAM-ONLINE: Mantan Presiden Republik Afrika Tengah (RAT) Francois Bozize turut memprovokasi pembantaian Muslim di negara itu. Bozize merupakan presiden yang berkonflik dengan kelompok perlawanan Seleka pada 2013.

Seleka merupakan kelompok pejuang mayoritas Muslim. Bozize diyakini memprovokasi kelompok Kristen anti-Balaka untuk menyerang penduduk Muslim. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan posisinya sebagai presiden.

“Pasukan yang loyal kepada Bozize telah terlibat dalam serangan melawan warga Muslim Republik Afrika Tengah. Bozize menyerukan para militan untuk melakukan kekerasan melawan rezim saat ini dan umat Islam,” kata proposal PBB itu.

Langkah untuk memasukkan Bozize ke daftar hitam merupakan pertama kali dalam konflik Republik Afrika Tengah. Pada awalnya, Prancis ingin sanksi yang dijatuhkan bersifat lebih individu. Tetapi, ditetapkan tiga nama setelah menggabungkan dengan usulan Amerika Serikat.

Meskipun begitu, diplomat Barat mengaku optimistis Rusia dan Cina yang semula menentang, akan kembali setuju dengan usulan tersebut, seperti halnya dalam kasus Korea Utara dan Iran. Para diplomat pun menyebutkan Cina membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan usulan tersebut.

Baca Juga

Rusia memberikan rasa keberatannya kepada komite sanksi melalui sebuah penjelasan tertulis. Menurut Moskow, memasukkan Bozize ke daftar hitam dapat memberikan dampak negatif terhadap rekonsiliasi Republik Afrika Tengah.

Menurut diplomat Barat, penolakan Rusia ini tak terkait dengan konflik di Ukraina.   “Kami kecewa, tapi semoga kami dapat meyakinkan mereka untuk menarik kembali keputusannya,” kata diplomat Dewan Keamanan.

Dalam usulan itu, Prancis dan AS menyerukan untuk memberikan sanksi larangan perjalanan dan pembekuan aset kepada Bozize dan dua orang lainnya. (RoL)

salam-online

Baca Juga