Mengharukan, Saudara-saudara Kita di Gaza Kirim Bantuan untuk Banjarnegara

Gaza-Banjarnegara-Simpati dari Gaza untuk Banjarnegara-jpeg.image
Anak-anak Gaza santri tahfidz Daqu berdiri di reruntuhan Gedung Garaha Tahfidz membentangkan poster kepedulian untuk korban bencana Banjarnengara, Indonesia

SALAM-ONLINE: You can burn up our mosques and our homes and our schools But our spirit will never die.
Demikian petikan lagu heroik Song for Gaza, yang disenandungkan Michael Heart. Dan anak-anak Gaza, para santri Graha Tahfidz Daarul Qur’an (DAQU) Indonesia, membuktikan hal itu.

Meski rumah mereka hancur, sekolah mereka luluh lantak, Masjid Umari hancur, demikian juga Graha Tahfidz yang dibangun dari sumbangan donatur Indonesia melalui PPPA Daarul Qur’an di Jabalia City, namun kebiadaban Zionis tak membunuh iman dan semangat persaudaraan mereka.

Melalui relawan PPPA Daarul Qur’an di Gaza, Abdillah Onim, para santri Graha Tahfidz Daarul Qur’an Indonesia di Gaza mengirim pesan simpati buat para korban bencana alam di Banjarnegara, Jawa Tengah.

”Kalian tidak sendirian. Duka kalian juga kesedihan kami. Kalian adalah bagian dari hidup kami,” kata seorang santri Gaza sebagaimana disampaikan Onim.

Selain dari Gaza, simpati juga diberikan langsung oleh 3 santri Gaza yang sedang berada di Indonesia sebagai tamu PPPA Daarul Qur’an. Mereka adalah Husen Albasliqy (15), Salem Emaddudien Al Masy Al Haffidz (12), dan Omar Muhammad Abu Alhusna (13), yang didampingi Muhammad Qaduroh (24).

Walau mereka ingin sekali mengunjungi lokasi bencana di Banjarnegara, namun PPPA Daarul Qur’an belum mengizinkannya saat ini. Sebab, kondisi di sana masih terlalu horor buat anak-anak.

Tak berhenti sampai di situ. Warga Gaza Palestina walau masih hidup susah dalam cengkeraman penjajah Zionis, ternyata simpati mereka tak sebatas ungkapan rasa, namun turut menyerahkan sumbangan untuk korban longsor Banjarengara sebesar 3000 US Dolar yang disalurkan melalui Daarul Qur’an.

“Mendengar kabar bahagia, saudara2 kita di Gaza mengirimkan bantuan USD 3000 utk Banjarnegara via DAQU,” ujar Irfan Syauqi Beik melalui akun twitternya @irfan_beik, Sabtu (27/12/2014).

Anak-anak santri tahfidz program Daqu sendiri sekarang belum bisa lagi menempati gedung Tahfidz yang hancur dirudal penjajah Zionis saat menyerbu Gaza pada bulan Ramadhan (Juli 2014) lalu. Gedung Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza, Palestina, sumbangan Muslimin Indonesia dirudal oleh Zionis.

Dalam foto di atas, anak-anak Gaza santri tahfidz Daqu berdiri di reruntuhan Gedung Garaha Tahfidz membentangkan poster kepedulian untuk korban bencana Banjarnengara, Indonesia. (pppa.or.id/piyunganonline)

salam-online

Baca Juga