Efek Serangan Maut, Sejumlah Media Eropa & AS Takut Terbitkan Kartun yang Lecehkan Rasulullah

Denmark-kantor redaksi jyllands posten-copenhagen-denmark-jpeg.image
Kantor Redaksi ‘Jyllands-Posten’ di Kopenhagen, Denmark

KOPENHAGEN (SALAM-ONLINE): Ini efek serangan maut terhadap majalah peleceh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Charlie Hebdo, di Paris, Prancis, Rabu (7/1) lalu. Sejumlah surat kabar dan mingguan di Eropa dan AS ciut, tak berani menerbitkan kartun yang melecehkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Suratkabar Denmark ‘Jyllands-Posten’, yang juga pernah membuat marah umat Islam dengan menerbitkan kartun Nabi Muhammad 10 tahun lalu, ciut, tak berani mengulangi perbuatan konyolnya itu.

Surat kabar ini tak mau ambil risiko, sehingga tidak akan menerbit-ulangkan kartun yang melecehkan Islam dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang telah dilakukan oleh “Charlie Hebdo”, karena masalah keamanan. Satu-satunya koran utama Denmark ini tidak mau ambil risiko, sehingga boleh dibilang apa yang telah terjadi pada Charlie Hebdo jadi shock therapy bagi penghina Islam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beberapa surat kabar di Denmark menerbit-ulangkan kartun dari mingguan Prancis itu sebagai bagian dari liputan serangan yang menewaskan 12 orang tersebut. Itu untuk mengecam pembunuhan tersebut. Tapi ‘Jyllands-Posten’ sebaliknya, ciut. “Itu menunjukkan bahwa ‘kekerasan’ berhasil,” kata suratkabar tersebut dalam tajuknya , Jumat (9/1) .

Ketika ‘Jyllands-Posten’ menerbitkan 12 kartun berbagai penista pada September 2005, sebagian besar menggambarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka muncullah gelombang unjukrasa di berbagai penjuru dunia Islam. Sedikitnya 50 orang meninggal dalam aksi protes itu.

“Kami juga menyadari bahwa oleh karena itu, kami tunduk pada ‘kekerasan’ dan ‘tekanan’,” ungkap ‘Jyllands-Posten’ lagi, sinis. ‘Jyllands-Posten’ memutuskan memperketat tingkat keamanan sesudah serangan Paris tersebut.

“Perhatian pada keselamatan karyawan kami adalah yang terpenting,” katanya dalam tajuk tersebut.

Baca Juga

Sebelumnya, sebagian besar terbitan terkemuka berita Amerika Serikat menolak memuat kartun bermasalah yang menggambarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam versi Charlie Hedbo, setelah serangan maut di Paris itu.

Sumber berita berjaringan ‘Daily Beast’ dan ‘Slate’ menerbitkan kartun itu, tapi terbitan utama Amerika Serikat, termasuk ‘New York Times’, ‘Wall Street Journal’, Reuters dan Associated Press, tidak berani ambil risiko dengan alasan faktor keamanan.

“Setelah pertimbangan cermat, redaktur ‘Times’ memutuskan bahwa menggambarkan kartun tersebut akan memberikan pembaca keterangan cukup untuk memahami berita hari ini,” kata wanita juru bicara Perusahaan New York Times Danielle Rhoades Ha melalui E-mail.

Bill Marimow, redaktur ‘Philadelphia Inquirer’, mengatakan kepada Reuters, “Kami tidak akan menurunkan kartun itu dalam keadaan apa pun. Pemikiran itu cuma menghina puluh jutaan Muslim daripada menjelaskan sesuatu dalam kata.”

Associated Press memiliki kebijakan sejak lama menahan diri dari menggunakan gambar memicu, kata juru bicara Paul Colford kepada Reuters.

Sumber: Antara/Reuters

salam-online

Baca Juga