Ayah Siyono Tolak Bersaksi di Sidang Etik Densus 88 karena tak Boleh Didampingi Pengacara

MarsoXDiyono-kiblat.net
Marso Diyono (Foto: Kiblat.net)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Polri menggelar sidang etik anggota Densus 88 terkait kematian Siyono. Hari ini, Selasa (19/4), Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memanggil ayah almarhum Siyono, Marso Diyono, sebagai saksi dalam sidang etik.

Namun, Marso menolak memberikan keterangan di depan pemeriksa karena tidak didampingi pengacara.

Marso diperiksa untuk melihat adanya pelanggaran etik dalam pengawalan Siyono yang menyebabkannya meninggal dunia.

“Untuk saksi orangtua Siyono meskipun sudah datang di lokasi sidang, namun yang bersangkutan tidak bersedia memberikan kesaksian dalam persidangan karena tidak didampingi pengacara,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Agus Rianto seperti dikutip Kompas.com, Selasa (19/4).

Marso meminta didampingi pengacara dalam pemeriksaan, tetapi pemeriksa tidak mengabulkannya.

Agus beralasan, sidang digelar secara tertutup sehingga pihak luar tidak diperbolehkan masuk kecuali saksi.

“Akhirnya dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia memberikan keterangan yang ditandatangani di atas materai, disaksikan oleh dua orang pengacara,” kata Agus.

Pengacara keluarga Siyono, Trisno Raharjo membenarkan bahwa kliennya enggan memberikan keterangan, karena tidak didampingi pengacara.

Baca Juga

“Pak Marso bukannya tidak mau memberi keterangan. Bersedia memberi keterangan, tapi minta didampingi karena takut,” ungkap Trisno.

Marso minta didampingi karena khawatir tidak mengerti dengan proses pemeriksaan. Menurut Trisno, Marso akan lebih tenang memberi keterangan jika ditemani pengacara.

“Saya trauma jika nanti seperti anak saya (Siyono), dia dibawa ke polsek sendirian dan dipulangkan tanpa nyawa, saya masih trauma,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca di kantor Muhammadiyah usai menghadiri sidang etik di Mabes Polri, Selasa (19/4), sebagaimana dikutip Kiblat.net.

Ia tak banyak memberi keterangan. Beberapa kali Marso hanya terlihat menyeka air mata dengan sapu tangannya.

Sebelum diundang ke Mabes Polri, Marso Diyono pada Selasa (12/4) lalu dipanggil oleh Polres Klaten untuk diminta keterangan terkait kronologi penangkapan Siyono. Dalam panggilan tersebut, ia ditanya sejak siang hingga waktu Maghrib.

Hari ini, Selasa (19/4) merupakan sidang pertama yang digelar Divisi Propam terkait meninggalnya Siyono. Sebanyak 10 orang dipanggil hari ini.

Selain ayah Siyono, pihak lain yang dipanggil adalah Kapolres Klaten, dokter dari Polri dan anggota Densus 88 Polri.

Sumber: Kompas, Kiblat.net

Baca Juga