Spirit 212 dan Gerakan 1212: “Takutnya Musuh-musuh Islam dengan Shalat Subuh Berjamaah”


Ribuan jamaah Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusdai, Bandung, memenuhi dalam dan luar Masjid. (Foto: Islamic News Agency/INA)

SALAM-ONLINE: Menindaklanjuti spirit Aksi Bela Islam III yang juga dikenal dengan sebutan Aksi 212, berbagai daerah di Indonesia menggelar Shalat Subuh Berjamaah.

Media Center Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI (GNPF-MUI) merilis daftar sejumlah Masjid di Indonesia yang menggelar gerakan Shalat Subuh Berjamaah terkait Aksi 212.

Di Yogya ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Jogokariyan, Senin (12/12). Sejak pukul 03.00 WIB sebagian jamaah sudah memadati masjid.

Begitu pula di sejumlah masjid di ibu kota, Masjid Pusdai, Bandung, Masjid Manarul Islam, Kota Malang, Masjid Agung MUI Semanggi, Solo, Surabaya, Bogor, Bekasi, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Bali, Maluku dan di wilayah Indonesia lainnya, Gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah 12 Desember 2016 atau Gerakan 1212 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1438 H, tanggal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan tindak lanjut dari Aksi 212 (2 Desember 2016) atau Aksi Bela Islam III, dijadikan spirit kebangkitan umat Islam di Indonesia.

Di Bandung, Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan bertekad untuk merutinkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah. Dengan menggerakkan Shalat Subuh Berjamaah, kata Aher, sapaan akrabnya, akan menjadikan umat Islam bangkit.

Harapan bahwa Shalat Subuh Berjamaah sebagai kunci Kebangkitan dan Kemenangan Umat Islam bukanlah mengada-ada.

“Sesungguhnya Rasulullah jika hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu Subuh,” (HR Bukhari).

Dkisahkan paska meletusnya perang Mesir-Israel pada 1973, terekam percakapan antara seorang tentara Islam dari kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) yang saat itu sekitar 10 ribuan Mujahidnya bersama-sama tentara Mesir terlibat dalam perang tersebut. Salah seorang tentara Yahudi yang ditawan pasukan Islam dari barisan IM menegaskan kepada tentara Yahudi yang juga bisa berbahasa Arab itu.

“Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ‘Hai hamba Allah, Hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia’,” ungkap tentara Islam tersebut mengutip hadits shahih. Hadits yang juga dipahami sekaligus jadi kekhawatiran kaum Yahudi.

Tentara Yahudi itu menjawab, “Semua itu tidak akan terjadi sebelum Shalat Subuh kalian sama dengan Shalat Jumat.”

Jawaban tentara Yahudi itu mengisyaratkan, bahwa orang-orang Yahudi pun takut jika Shalat Subuh umat Islam jumlah jamaahnya sama dengan Shalat Jumat.

Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, diikuti ribuan jamaah yang memadati dalam dan luar Masjid. (Foto: Merdeka.com)

Maka, jika di setiap masjid, jamaah Shalat Subuhnya sama dengan Shalat Jumat, itulah yang ditakuti musuh-musuh Islam. Jika demikian, kalau Shalat Subuh Berjamaah marak di berbagai Masjid, maka dengan izin Allah, Kebangkitan dan Kemenangan umat Islam itu ada di depan mata.

Karenanya, benar, Aksi 212 harus berlanjut dengan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah. Semangat ini harus berjalan terus. Spirit ini tak boleh berhenti. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah akan membawa kita kepada Kebangkitan dan Kemenangan itu, insya Allah, bi-idznillah, dengan izin Allah.