Aceh Wakili Indonesia Bantu Rakyat Suriah yang Kelaparan di Tengah Perang

Ribuan warga Aceh hadiri tablig akbar pemberangkatan 1.000 ton beras untuk rakyat Suriah di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Ahad (15/4/2018). (Foto: SF/INA/JITU)

BANDA ACEH (SALAM-ONLINE): Dalam rangkaian acara pengiriman 1.000 ton beras ke Suriah, Syaikh Ali Jaber mengungkapkan pesan dan kesannya mengenai kepedulian bangsa Indonesia secara umum dan warga Aceh khususnya.

Menurutnya, meski pernah didera cobaan yang teramat berat dengan gempa Tsunami pada 26 Desember 2004, penduduk Aceh mampu bangkit. Bahkan kini, warga kota yang dijuluki Serambi Makkah itu justru mampu menyediakan 1.000 ton beras untuk membantu saudara-saudara mereka di Suriah.

“Rasa kepedulian masyarakat Indonesia kepada yang lain sangat luar biasa. Jiwanya mudah tergugah, apalagi Aceh. Ujian warga Aceh dari Tsunami. Butuh puluhan tahun untuk memulihkan jiwa dan mental mereka, belum lagi kotanya,” ungkap Syaikh Ali Jaber dalam pernyataannya yang diterima Islam News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi JITU, pada Senin (16/4/2018), di Banda Aceh.

“Tapi lihat sekarang kebersihan Masjid Baiturrahman, lingkungan menjadi indah serta jiwa masyarakat Aceh yang luar biasa. Ujian yang mereka hadapi itu sudah jadi cerita lalu. Sekarang Aceh sudah dapat membantu negara lain. Ini bukan proses mudah,” ujarnya.

Pesan kuat juga disampaikan oleh dai asal Indonesia timur, Papua, Ustadz Fazlan Garamatan. Dari yang dia pahami, Aceh menjadi jalur awal masuknya Islam ke wilayah Nusantara.

Berbicara dalam tabligh akbar pemberangkatan 1.000 ton beras ke Suriah oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Fazlan memuji warga Aceh yang menurutnya telah mewakili bangsa Indonesia dalam urusan kepedulian terhadap sesama.

“Banda Aceh menjadi tempat awal masuknya peradaban Islam. Semangat tidak pernah hilang, walaupun ditinggal saudara, rumah mereka hancur, tanah dan negeri mereka berantakan. Hari ini Aceh mempersatukan Indonesia melalui kepedulian,” ucapnya.

“Suriah kelaparan akibat perang, tapi Aceh mengatakan, ‘Wahai Saudaraku di Suriah, akulah Saudaramu dari Indonesia.’ Aceh telah mewakili Indonesia, melalui agenda kemanusiaan yang disalurkan oleh ACT,” ujar Ustadz Fazlan.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah, Presiden ACT Ahyudin, Syaikh Ali Jaber dan Ustadz Bobby Herwibowo saat bersiap melepas keberangkatan 1.000 ton beras untuk rakyat Suriah yang negaranya tengah dilanda perang. Pemberangkatan dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dilakukan Ahad (15/4/2018). (Foto: SF/INA/JITU)

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Ahad (15/4) kemarin, ACT telah memberangkatkan 1.000 ton beras melalui konvoi truk-truk besar dari Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Truk-truk berisi bantuan Indonesia dari warga Aceh itu bertolak menuju pelabuhan Belawan, Medan menuju Turki, selanjutnya didistribusikan ke Suriah. Sebanyak 1.000 ton beras tersebut dikumpulkan dari para petani Aceh yang tahun ini telah swasembada pangan. (Syahrain F/INA/JITU)

Baca Juga