Iran & ‘Hizbullah’ tak Mau Tinggalkan Suriah Sampai ‘Dibebaskan’ dari Oposisi

Nabih Berri

BEIRUT (SALAM-ONLINE): Iran dan mlisi Syiah“Hizbullah” Syiah Lebanon bertekad tak akan meninggalkan Suriah sampai negara yang dilanda konflik itu “sepenuhnya dibebaskan dari kelompok perlawanan (oposisi)”, kata anggota parlemen Libanon dari Syiah “HIzbullah”, Nabih Berri kelompok perlawanan (oposisi)”.

Kepada media Rusia, Sputnik, Nabih Berri, anggota parlemen “Hizbullah” itu, sebagaimana dikutip Aljazeera, Selasa (5/6/2018), mengklaim bahwa kehadiran “Hizbullah “di Suriah telah menghentikan (perlawanan) ISIL—yang juga dikenal sebagai ISIS) sehingga tak berhasil mencapai Lebanon.

“Jika bukan karena ‘Hizbullah’ di sana (di Suriah) Daesh akan berada di sini Libanon),” ujar Berri, mengacu pada ISIS dengan akronim Arabnya (Daesh).

Berri juga mengatakan bahwa pasukan Iran dan pasukan Rusia berada di Suriah atas permintaan rezim Basyar al-Assad, tetapi, menurutnya, Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan pasukannya tanpa meminta izin ke rezim Suriah.

Dia mengatakan bahwa ‘Hizbullah’ dan Iran tidak akan menarik diri dari Suriah sampai ‘integritas wilayahnya (Suriah’) kembali,” ujarnya.

Berri menyerukan agar dilakukan perundingan antara negara-negara yang terlibat dalam konflik Suriah. Dia menekankan perlunya solusi politik.

“Saya percaya bahwa tanpa negosiasi antara Rusia, Amerika Serikat, Turki, Iran, Arab Saudi, Mesir dan setidaknya satu negara Eropa … tidak mungkin untuk menyelesaikan krisis Suriah,” kata Berri.

“Solusi politik tidak dapat dicapai tanpa kesepakatan antara pihak-pihak ini,”lanjutnya.

Dia menepis pembicaraan Prancis yang meminta Lebanon untuk menengahi dan mengatur pembicaraan antara negara-negara regional di Suriah.

“Lebanon tidak memainkan peran apa pun dalam topik ini,” ujar Berri. “Itu bisa saja mendapat manfaat terkait permukiman di Suriah, tetapi hal itu tidak bisa memaksakan keputusan ini.” (S)

Sumber: Aljazeera

Baca Juga