Perundingan Suriah ke-11: Cegah Pelanggaran Gencatan Senjata di Idlib

Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan untuk menyetujui komposisi Komite Konstitusi yang didukung PBB. Namun, Mistura mengapresiasi putaran ke-11 perundingan damai Suriah, 28-29 November 2018, di Astana.

Sesi utama putaran ke-11 pembicaraan damai Suriah, Astana, Kazakhstan, 29-11-2018. (Foto: Anadolu Agency)

ASTANA (SALAM-ONLINE): Utusan Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan pembicaraan terakhir tentang Suriah yang melibatkan Iran, Rusia dan Turki untuk mengakhiri perang telah “kehilangan peluang”.

Staffan de Mistura mengatakan dia kecewa dengan kegagalan pembicaraan terakhir Astana sebelumnya karena ketiga negara itu tidak dapat menyetujui komposisi Komite Konstitusi yang didukung PBB, Aljazeera melaporkan dari Astana, Kamis (29/11).

Tetapi de Mistura juga mengapresiasi putaran ke-11 perundingan damai, Rabu-Kamis (28-29 November 2018) di Astana, Kazakhstan, yang menghasilkan keputusan untuk meningkatkan upaya bersama mencegah pelanggaran gencatan senjata di Idlib

Mistura menyatakan pujian pertemuan ke-11 Astana itu pada Kamis (29/11) kemarin. Dia memuji kerja yang dilakukan di pertemuan Astana oleh tiga negara penjamin—Iran, Rusia dan Turki—untuk memastikan bahwa “pengaturan de-eskalasi (larangan perang) di Idlib berkelanjutan”.

Namun, seperti dulansir Anadolu Agency (AA), Kamis (29/11), Mistura menyesalkan bahwa ketiga (negara) penyelenggara bersama perundingan damai Suriah di Sochi “tidak menghasilkan hasil nyata dalam mengatasi kebuntuan 10 bulan komposisi komite konstitusi”.

Dia mengatakan pertemuan terakhir Astana tahun 2018 adalah “kesempatan yang hilang untuk mempercepat pembentukan Komite konstitusi Suriah yang kredibel, seimbang dan inklusif, yang difasilitasi PBB”.

Mistura menunjukkan tiga negara penjamin berkomitmen dalam mengintensifkan upaya mereka untuk memfasilitasi upaya lebih lanjut pekan depan.

Dikatakan, Mistura akan terus bekerja untuk pembentukan Komite Konstitusi sebelum 31 Desember 2018.

Pada 17 Oktober lalu, Staffan de Mistura mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan jabatannya pada akhir November dengan “alasan pribadi”.

Diplomat veteran Norwegia Geir O. Pedersen telah ditunjuk sebagai penggantinya.

Pembicaraan perdamaian Suriah ke-11 dalam format Astana berakhir pada Kamis (29/11) dengan keputusan untuk meningkatkan upaya bersama guna mencegah pelanggaran gencatan senjata di Idlib.

Kesepakatan Idlib

Pertemuan pertama dalam format Astana untuk mencapai gencatan senjata di Suriah digelar pada Januari 2017.

Sembilan pertemuan sebelumnya diadakan di Astana, sedangkan pertemuan ke-10 digelar di Sochi, Rusia, Juli lalu.

Setelah pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi yang intinya aksi agresi secara tegas dilarang di Idlib dan sekitarnya.

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka tinggal, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu untuk mencegah kembali pertempuran. (mus)

Sumber: Aljazeera, AA

Baca Juga