Mesir Rencanakan Penangkapan Massal Jelang Peringatan Revolusi Januari

Khawatir efek protes ‘Rompi Kuning’ di Prancis, pihak keamanan rezim kudeta Mesir akan melakukan penangkapan massal dengan target Ikhwanul Muslimin serta gerakan oposisi liberal dan sayap kiri, penentang rezim dan ahli hukum. Penangkapan luas ini akan dilakukan menjelang peringatan ke-8 Revolusi 25 Januari.KAIRO (SALAM-ONLINE): Pasukan keamanan rezim kudeta Mesir tengah bersiap-siap untuk menggencarkan penangkapan yang luas menjelang peringatan kedelapan dari revolusi 25 Januari.

Menurut sumber keamanan Mesir, penangkapan ini akan menargetkan anggota Ikhwanul Muslimin serta gerakan oposisi liberal dan sayap kiri. Penangkapan akan difokuskan pada provinsi yang dekat dengan ibu kota Mesir, Kairo, terutama Beni Suef dan Faiyum—wilayah di mana Ikhwanul Muslimin popular—serta daerah Giza dengan fokus khusus pada pelajar dan mahasiswa.

Kementerian Dalam Negeri juga berencana meningkatkan peringatan teror untuk menghindari setiap protes yang terinspirasi oleh aksi “Rompi Kuning” di Prancis baru-baru ini, the New Khalij melaporkan sebagaimana dikutip Middle East Monitor (MEMO), Sabtu (22/12).

Rencana ini, termasuk mengawasi media sosial, memonitor setiap seruan untuk demonstrasi dan memperluas pengawasan.

Beberapa hari yang lalu, Reuters mengutip sumber dari dinas intelijen internal yang mengatakan mereka sangat hati-hati terhadap potensi protes. Oleh karenanya, pedagang peralatan industri di Kairo dilarang menjual rompi kuning.

“Mereka melarang kami menjual (rompi kuning). Mereka mengatakan larangan itu akan berlanjut sampai setelah 25 Januari,” kata seorang asisten took di pusat kota Kairo.

Larangan ini menandai peringatan kedelapan revolusi yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak—yang 30 tahun berkuasa—sebagai bagian dari protes pada Musim Semi Arab.

Asisten toko lain mengatakan, “Mereka memaksa kami menandatangani deklarasi untuk mencegah penjualan rompi kuning.” Menurutnya, siapa pun yang menjual rompi kuning akan berada dalam masalah besar.

Sejak Abdel Fattah El-Sisi—yang menggulingkan Presiden sah Mohammad Mursi berkuasa—setelah kudeta militer pada Juli 2013, pihak berwenang telah menangkap ribuan penentang rezim, termasuk kelompok Muslim, ahli hukum dan lainnya. (mus)

Sumber: MEMO

Baca Juga