Tahfizh Leadership Lahirkan Para Santri Berbekal Hafalan Al-Quran dan Ilmu Kepemimpinan

Sebanyak 38 santri Tahfizh Leadership angkatan 5 resmi diwisuda pada Senin (1/7), bertempat di Griya Sukses Mulia, Tanjung Barat, Jakarta.

Mereka dilepas untuk melanjutkan rencana hidup masing-masing yang sebelumnya telah disusun dan dipresentasikan di depan orangtua. Sebelum dikembalikan kepada orang tuanya, mereka masih menjalani pembekalan bisnis properti di kota Yogyakarta selama 5 hari.

Pemimpin Tahfizh Leadership Jamil Azzaini mengatakan, program ini dibuat guna melahirkan pemimpin di masa depan yang juga merupakan seorang penghafal Al-Quran.

Selama 40 pekan, mereka tinggal di asrama dan secara intensif mempelajari dua hal utama, yakni menghafal 30 juz Al-Quran dan memperdalam ilmu leadership.

“Dengan bekal Al-Quran dan kurikulum leadership yang sudah dijalani, diharapkan para future leader mampu menjadi pemimpin unggul di kemudian hari,” ujarnya.

Pemimpin Tahfizh Leadership Jamil Azzaini menyampaikan motivasi di hadapan para santri yang diwisuda pada Senin (1/7), di Jakarta. FOTO: Dok. Kubik

Jamil mengungkapkan, nantinya setelah dilepas, mereka ada yang berencana melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Ada juga yang memilih untuk membangun usaha atau berbisnis, serta melanjutkan mengajar dan mengelola lembaga pendidikan.

“Setelah keluar dari sini mereka punya kewajiban. Selama di Tahfizh Leadership tidak perlu bayar, tapi lulus dari sini Anda punya konsekuensi, yaitu harus jadi pemimpin di sekitar Anda, dan mengajarkan Al-Quran,” terang CEO Kubik Leadership ini.

Untuk angkatan ke-5 ini, Tahfizh Leadership telah memiliki 4 cabang yang berlokasi di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Klaten. Dua diantaranya bekerjasama dengan Yayasan Bani Naim Bogor dan Yayasan Nur Al-Rahman Bandung. Rencananya akan terus bertambah pada angkatan-angkatan selanjutnya.

Jamil menerangkan, pada 2030 nanti Tahfizh Leadership ditargetkan memiliki 1.000 cabang seluruh Indonesia. Karena itu, ia menawarkan kerjasama kepada orang atau lembaga yang mempunyai rumah, villa, atau bangunan representatif siap pakai untuk bersama-sama mencetak calon pemimpin masa depan yang hafizh Al-Quran.

“Pinjamkan atau wakafkan rumah tersebut kepada Tahfizh Leadership, dan kita gunakan tempat tersebut untuk menggodok calon pemimpin masa depan,” pungkas Jamil.

Para santri yang diwisuda berpelukan dengan orang tuanya setelah selama 40 hari mengikuti program Tahfizh Leadership angkatan ke-5. FOTO: Dok. Kubik

Tentang Tahfizh Leadership
Adalah program menghafal Al-Quran 30 juz dan pembekalan ilmu leadership selama 40 pekan yang dikelola oleh perusahaan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Kubik Kreasi Sisilain atau Kubik Leadership sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

Peserta Tahfizh Leadership merupakan pemuda usia 17 hingga 25 tahun. Mereka didampingi oleh para hafizh dan mentor dari Kubik Leadership.

Dalam pemantapan hafalan, selain setoran 3 halaman Al-Quran per-hari, mereka juga ditunjang dengan berbagai program seperti setoran mutqin, tasmi’ Al-Quran, dan murokaz atau pemusatan hafalan.

Sedangkan untuk kurikulum leadership, beberapa di antaranya adalah program leadership forum, public speaking, project leadership, temu tokoh, dan program lainnya.

Penggemblengan aspek leadership dan hafalan Al-Quran secara intensif selama 40 pekan diyakini menjadi modal yang besar bagi lahirnya pemimpin berkarakter di masa depan. Pemimpin yang memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi negeri ini. (Salam/SF)

Baca Juga
%d bloggers like this: