Hamas: Bantuan Udara ‘Israel’ sebagai Pencitraan untuk Tutupi Blokade & Kelaparan di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Hamas mengecam “bantuan” udara “Israel” sebagai propaganda dan pencitraan yang bertujuan untuk “menutupi” blokade dan kelaparan yang sedang berlangsung di Gaza.

Dikatakan pula, “Israel” melancarkan operasi udara itu sebagai “taktik tipu daya” penjajah untuk menghindari tuntutan internasional yang telah mendesak pencabutan blokade dan mengakhiri perang kelaparan terhadap warga Palestina di daerah kantong tersebut.

Pernyataan resmi kelompok perlawanan Palestina tersebut, Ahad (27/7/2025) menggambarkan strategi penerjunan “bantuan” udara dan apa yang disebut koridor kemanusiaan sebagai bagian dari “kebijakan yang terencana untuk mengelola kelaparan, memaksakan realitas koersif, dan menempatkan warga sipil dalam bahaya dan penghinaan”.

“Kedatangan makanan dan obat-obatan ke Gaza bukanlah bantuan, melainkan hak alami dan kebutuhan mendesak untuk menghentikan bencana yang ditimbulkan oleh pendudukan ala Nazi,” kata kelompok perlawanan itu seperti dilansir Anadolu, Ahad (27/7).

Hamas menekankan bahwa “menghentikan agresi, blokade, dan membuka semua penyeberangan perbatasan adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri kejahatan kelaparan di Gaza”.

Kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina itu juga menganggap Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu bertanggung jawab langsung atas kebijakan yang telah menyebabkan kematian massal warga sipil. Selain itu, Hamas menegaskan, penanganan “Israel” terhadap distribusi bantuan dan penciptaan kelaparan sistematis sebagai “kejahatan perang yang nyata”.

Kelompok tersebut mendesak komunitas internasional untuk mengintensifkan tekanan, untuk menghentikan blokade serta “perang kelaparan dan genosida yang disengaja”.

Baca Juga

Hamas juga memperingatkan semua pihak agar tidak tertipu oleh propaganda “Israel” yang bertujuan mengalihkan perhatian dari kekejaman yang sedang berlangsung.

Kecaman ini dirilis ketika pasukan penjajah itu melakukan pendaratan udara bantuan kemanusiaan di Gaza pada hari Ahad dan mengumumkan rencana untuk jeda sementara di beberapa lokasi dalam pertempuran guna memungkinkan pengiriman bantuan melalui koridor aman yang telah ditentukan.

Sejak 27 Mei, “Israel” telah meluncurkan inisiatif distribusi bantuan terpisah melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), tanpa melibatkan PBB dan badan-badan kemanusiaan internasional. Langkah ini telah ditolak secara luas oleh komunitas bantuan global. GHF didukung oleh sekutu “Israel”, AS.

Sementara itu, pasukan “Israel” terus menembaki warga Palestina yang berkumpul di dekat pusat distribusi bantuan yang mengakibatkan kematian ratusan orang.

Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara “Israel” telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Serangan genosida itu merenggut nyawa lebih dari 59.700 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan tanpa henti telah menghancurkan daerah kantong tersebut dan menyebabkan krisis pangan.

November 2024 lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

“Israel” juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di Jalur Gaza itu. (ib)

Baca Juga