Langgar Kesepakatan, Netanyahu Tolak Rekonstruksi di Gaza dan Kembali Bunuh 2 Warga Palestina
SALAM-ONLINE.COM: Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan rekonstruksi di Gaza sebelum faksi-faksi Palestina di sana, termasuk Hamas, menyerahkan senjata mereka. Sementara “Israel” terus melancarkan serangan, tak juga mematuhi gencatan gencatan senjata yang disepakati sejak 10 Oktober 2025. Serangan “Israel” terbaru di Gaza mengakibatkan kematian dua orang lagi di wilayah yang hancur tersebut. .
“Tidak akan ada rekonstruksi di Gaza tanpa pembongkaran dan demiliterisasi Jalur Gaza,” kata Netanyahu dalam pertemuan mingguan kabinet penjajah itu. “Warga Gaza harus memiliki kebebasan memilih: Siapa pun yang ingin meninggalkan (Gaza) harus dapat melakukannya, dan siapa pun yang tinggal tidak dapat mengancam kami.”
Pernyataan Netanyahu itu seperti dilansir The New Arab (TNA), Ahad (5/7/2026) merupakan pelanggaran terhadap tahapan kedua rencana gencatan senjata Gaza yang dimediasi oleh pemerintahan Donald Trump pada Oktober 2025.
Netanyahu menyatakan penolakan itu setelah “Israel” membunuh dua orang di Gaza dalam serangan terbarunya di wilayah tersebut.
Serangan udara dan drone “Israel” di berbagai wilayah Jalur Gaza terus berlanjut. Terbaru, serangan tersebut mengakibatkan dua korban jiwa warga Palestina.
Petugas medis mengatakan kedua orang tersebut terbunuh ketika serangan udara penjajah “Israel” menghantam sekelompok orang di jalan Omar Al-Mokhtar di jantung kota, di utara wilayah tersebut. “Beberapa orang lainnya terluka,” kata petugas medis tersebut.
“Israel” terus menduduki sekitar 70% Jalur Gaza, sambil terus melakukan serangan mematikan di wilayah tersebut. Hingga saat ini “Israel” telah membunuh lebih dari 1.066 orang sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani Oktober tahun lalu.
Kesepakatan gencatan senjata menetapkan penarikan tentara “Israel” dari Jalur Gaza dan dimulainya rekonstruksi, sementara faksi-faksi Palestina melucuti senjata mereka.
Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya tidak menyerahkan senjata mereka lantaran “Israel” tidak melakukan penarikan penuh pasukannya dan juga tidak menghentikan serangannya di wilayah tersebut.
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah laporan bahwa “Dewan Perdamaian” Trump bermaksud untuk melanjutkan rekonstruksi di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali militer “Israel” tanpa mengaitkannya dengan perlucutan senjata Hamas.
Fase kedua gencatan senjata Gaza seharusnya mencakup penarikan tentara “Israel” dari Gaza, bersamaan dengan rekonstruksi. Setelah itu faksi-faksi Palestina mulai melucuti senjata mereka.
Namun Netanyahu bersikeras bahwa perlucutan senjata harus dilakukan terlebih dahulu. Masalahnya kemudian tidak ada tanda-tanda bahwa tentara “Israel” akan menarik diri dari Gaza atau mengakhiri serangannya. Hamas dan faksi lainnya tidak mau mengambil risiko tersebut. Mengingat penjajah “Israel” ini sukar dipercaya dan dikenal selalu tidak mematuhi kesepakatan (perjanjian). (is)
