‘Israel’ Bombardir Kediaman Staf WHO di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Tentara “Israel” membombardir dan menggerebek kediaman staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Deir al-Balah, Gaza tengah. Pasukan penjajah itu menahan staf dan keluarganya serta memaksa mereka mengungsi dengan berjalan kaki.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan serangan udara “Israel” pada Senin (21/7/2025) itu menghantam kediaman staf WHO tersebut sebanyak tiga kali. Serangan itu memicu kebakaran yang menghanguskan bangunan tersebut.
“Militer ‘Israel’ memasuki bangunan tersebut, memaksa perempuan dan anak-anak untuk mengungsi dengan berjalan kaki menuju Al-Mawasi di tengah serangan yang masih berlangsung,” kata Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan yang dikutip Middle East Eye (MEE), Selasa (22/7).
Ia melaporkan bahwa staf pria dan anggota keluarganya diborgol, ditelanjangi, diinterogasi, dan diperiksa dengan todongan senjata. Menurut Tedros, dua staf dan dua anggota keluarga mereka ditahan pasukan “Israel”.
Tiga orang telah dibebaskan, satu orang masih ditahan. Sementara 32 staf dan anggota keluarga WHO dievakuasi ke kantor WHO di dekatnya.
Gudang utama WHO juga menjadi sasaran, menyebabkan ledakan dan kebakaran yang merusak fasilitas tersebut, sehingga menghambat upaya lembaga PBB itu untuk mendukung layanan rumah sakit dan tim darurat setempat.
Serangan artileri “Israel” menghantam Deir al-Balah pada Senin ketika tentara penjajah semakin maju ke bagian selatan dan timur kota.
Eskalasi terjadi beberapa jam setelah pasukan penjajah mengeluarkan perintah pengusiran kepada sebagian besar warga di Gaza tengah. “Israel” memaksa sekitar 50.000 -80.000 orang untuk segera pergi mengungsi.
Menurut sumber medis, penembakan artileri menargetkan daerah padat penduduk, menghantam rumah dan masjid, dan membunuh sedikitnya tiga warga Palestina.
Sementara juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya menerima panggilan dari beberapa keluarga yang terjebak di daerah Al-Baraka, Deir al-Balah, akibat penembakan oleh tank-tank “Israel”.
“Ada sejumlah korban luka, tetapi tidak ada yang dapat mencapai daerah tersebut untuk mengevakuasi mereka,” ujarnya.
Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA), perintah terbaru dari pasukan penjajah tersebut, membuat 87,8 persen wilayah Gaza berada di bawah “perintah evakuasi” atau berada di dalam zona militerisasi “Israel”.
Tedros melaporkan bahwa beberapa kantor WHO telah terdampak oleh serangan tersebut. Dampaknya jelas membahayakan upaya badan PBB tersebut untuk beroperasi di Gaza.
“WHO mendesak negara-negara anggota untuk membantu memastikan aliran pasokan medis yang berkelanjutan dan teratur ke Gaza,” kata Tedros.
“Gencatan senjata bukan hanya diperlukan, tetapi sudah terlambat,” katanya. (is)