Krisis Kelaparan di Gaza Mengakibatkan Kematian 21 Anak

Para ibu Palestina menggendong anak-anak mereka yang kekurangan gizi di dalam Rumah Sakit “Asosiasi Sahabat Pasien” di Kota Gaza, pada 22 Juli 2025. (Foto: Majdi Fathi/NurPhoto)

SALAM-ONLINE.COM: Kepala rumah sakit terbesar di Gaza mengatakan 21 anak telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan di wilayah Palestina dalam tiga hari terakhir. Sementara penjajah “Israel” terus melancarkan serangan yang menghancurkan.

Penduduk Gaza yang berjumlah 2,4 juta jiwa menghadapi kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang parah. Di sisi lain warga Gaza juga seringkali terbunuh saat mereka mencoba mendatangi dan mengumpulkan bantuan kemanusiaan di beberapa titik distribusi.

“Dua puluh satu anak telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan di berbagai wilayah di Jalur Gaza,” kata Mohammad Abu Salmiya, direktur Kompleks Medis Al-Shifa di Gaza, kepada para wartawan, Selasa (22/7/2025).

Abu Salmiya mengatakan kasus-kasus baru kekurangan gizi dan kelaparan berdatangan “setiap saat” ke rumah sakit-rumah sakit Gaza yang masih beroperasi. Ia memperingatkan kemungkinan adanya “jumlah kematian yang mengkhawatirkan” akibat kelaparan.

Dalam pidatonya, Selasa (22/7), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut Gaza sebagai tempat “pertunjukan horor” dengan “tingkat kematian dan kehancuran yang tak tertandingi belakangan ini”.

Setelah perundingan untuk memperpanjang gencatan senjata selama enam minggu gagal, “Israel” memberlakukan blokade penuh di Gaza pada 2 Maret tahun ini. Penjajah biadab ini tidak mengizinkan apa pun yang masuk hingga truk yang membawa bantuan kemanusiaan kembali diizinkan masuk sedikit demi sedikit pada akhir Mei.

Baca Juga

Namun, stok yang terkumpul selama gencatan senjata berangsur-angsur menipis, menyebabkan penduduk wilayah tersebut mengalami kekurangan terburuk sejak dimulainya perang genosida pada Oktober 2023.

Kekacauan semakin sering terjadi di area distribusi bantuan sejak Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung AS dan “Israel” secara efektif melumpuhkan jaringan pengiriman bantuan PBB yang luas di Gaza.

PBB pada Selasa mengatakan pasukan “Israel” telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina yang berusaha mendapatkan bantuan pangan sejak GHF memulai operasinya pada akhir Mei. Sebagian besar lokasi distribusi bantuan itu berada di dekat kantor GHF.

Juru bicara militer “Israel” Nadav Shoshani mengunggah video daring pada Selasa malam, menunjukkan apa yang ia sebut “950 truk bantuan saat ini menunggu di Gaza untuk diambil dan didistribusikan oleh organisasi internasional”.

“Ini terjadi setelah ‘Israel’ memfasilitasi masuknya bantuan ke Gaza,” tulisnya di akun X. (is)

Baca Juga