Mau Usir Warga Palestina, Zionis Penjajah Berencana Duduki dan Ubah Gaza Jadi ‘Kota Peristirahatan’

Menteri Keuangan penjajah sayap kanan “Israel”, Bezalel Smotrich yang mengatakan AS sudah memberi penjajah itu “ampu hijau” untuk mengubah Jalur Gaza menjadi “kota peristirahatan'”. (Reuters)

SALAM-ONLINE.COM: Para politisi ekstremis Zionis dan pemukim sayap kanan Yahudi menggelar konferensi di parlemen penjajah “Israel” pada Selasa (22/7/2025).

Konferensi digelar dalam rangka persiapan untuk menduduki Jalur Gaza dan merelokasi (mengusir) warga Gaza. Mereka mengklaim bahwa AS telah memberi mereka “lampu hijau” untuk mengubah Jalur Gaza yang terkepung menjadi “kota peristirahatan”.

Karenanya mereka ingin segera mengosongkan Jalur Gaza dan mengusir penduduk Palestina di wilayah kantong tersebut ke negara lain. Setelah dibersihkan dari penduduk yang berjumlah lebih dari dua juta warga Palestina itu, penjajah tersebut berencana menjadikan Jalur Gaza sebagai bagian yang tak terpisahka dari “Israel”.

Menteri Keuangan sayap kanan penjajah, Bezalel Smotrich, mengatakan bahwa “Israel” telah menerima lampu hijau dari Presiden Amerika Serikat untuk mengubah Gaza menjadi jalur yang makmur, kota peristirahatan yang menyediakan lapangan kerja.

“Kami akan menduduki Gaza dan menjadikannya bagian tak terpisahkan dari Israel,” ujar Smotrich kepada puluhan peserta acara bertajuk “Riviera Gaza – Dari Visi Menjadi Realitas”.

Smotrich, yang juga menjabat sebagai menteri di Kementerian Pertahanan, mengatakan bahwa “rencana yang diusulkan untuk merelokasi warga Gaza (Palestina) ke negara lain akan berfungsi sebagai sarana untuk memfasilitasi penyelesaian di jalur tersebut”.

Smotrich juga mengatakan bahwa ia mendukung gagasan “aneksasi keamanan” di Gaza utara. “Kepala staf militer ‘Israel’, Eyal Zamir, juga mendukung gagasan tersebut,” klaimnya.

“Saya sungguh-sungguh yakin ada peluang luar biasa di sini,” ujarnya, seraya menyarankan agar “Israel” memulai “dengan perbatasan utara (wilayah Jalur Gaza) dan membangun tiga komunitas di sana”.

“Kita sudah membicarakannya. Beberapa pihak menyebutnya ‘aneksasi keamanan’,” katanya.

Baca Juga

Belum ada komentar langsung dari AS terkait pernyataan Smotrich.

Gagasan untuk mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah” pertama kali digulirkan oleh Presiden AS Donald Trump awal tahun ini.

Rencana tersebut telah dikritik oleh para kepala negara regional dan internasional, termasuk para pemimpin dari Spanyol, Prancis dan China.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Yisrael Katz, dan anggota terkemuka parlemen penjajah lainnya.

‘Rasa Haus untuk Kembali’

Acara konferensi yang sebagian besar dihadiri oleh para pemukim ilegal “Israel” dan pendukung partai-partai Zionis religius, diwarnai sorak-sorai dan tepuk tangan meriah ketika para pembicara menyerukan pengambilalihan Gaza.

Politisi sayap kanan penjajah, Limor Son Har-Melech, memuji para pemukim ilegal “Israel” dan menyebut mereka sebagai penerus para pemimpin Zionis yang mendirikan “Israel” pada tahun 1948.

“Kita perlu membangun kembali Jalur Gaza dengan kota-kota Yahudi,” kata Har-Melech, seraya menambahkan bahwa perlu ada “kota-kota besar dan berbenteng di seluruh Gaza”.

“Ada keinginan untuk kembali di antara masyarakat. Bukan sebagai hukuman, tetapi karena orang Yahudi adalah milik Jalur Gaza,” klaimnya.

Baca Juga