Menteri Penjajah ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa

SALAM-ONLINE.COM: Menteri Urusan Diaspora penjajah “Israel”, Amichai Chikli, menyerukan pembunuhan terhadap Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa yang disebutnya sebagai “teroris” dan “pembunuh brutal”.
Pernyataannya muncul setelah tentara dan pasukan keamanan Suriah memasuki kota Suweida di selatan, tempat bentrokan mematikan antara kelompok Druze dan suku Badui yang meletus dalam beberapa hari terakhir.
Tak lama kemudian, serangan udara “Israel” menghantam sasaran-sasaran di ibu kota Suriah, Damaskus, termasuk area di dekat Kementerian Pertahanan dan Istana Kepresidenan.
Setidaknya tiga orang gugur dan 18 lainnya terluka dalam serangan Rabu (16/7/2025), Arabnews melaporkan.
Militer penjajah “Israel” mengatakan serangan itu dilancarkan di bawah arahan Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu, yang kini jadi buruan mahkamah pidana internasional (ICC) karena kejahatannya dalam perang di Gaza.
“Jika terlihat seperti Hamas, berbicara seperti Hamas, dan bertindak seperti Hamas, maka itu adalah Hamas,” kata menteri sayap kanan “Israel” itu, menyamakan Sharaa dan pemerintahannya dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
“Kita tidak boleh berpangku tangan menghadapi rezim ‘teroris’ Islam-Nazi yang dipimpin oleh elemen-elemen al-Qaidah berjas. Sharaa adalah ‘teroris’. Lebih baik kita singkirkan dia sekarang,” serunya.
Chikli menuduh pemerintah Suriah melakukan pembantaian terhadap kaum Druze, sementara menteri penjajah itu mengabaikan kejahatan perang “Israel” sendiri di Gaza, Tepi Barat, serta serangan terhadap negara-negara regional lainnya, termasuk Lebanon, Yaman dan Iran.
Menteri Keuangan penjajah “Israel” Bezalel Smotrich juga bergabung dalam propaganda hasutan tersebut, merujuk pada tuduhan dusta yang diklaimnya sebagai “pembantaian brutal yang dilakukan oleh Ahmad al-Jolani (Sharaa) terhadap kaum Druze di Suriah selatan”.
Ia mengklaim, hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan Suriah “selalu ekstremis Islamis yang kejam dan brutal”, seraya melupakan kebiadaban dan kebrutalan “Israel” terhadap pembantaian (genosida) terhadap warga Palestina dan Lebanon.
Smotrich mengatakan “Israel” harus mempertahankan kendali atas zona penyangga dan Gunung Hermon, wilayah yang diduduki “Israel” sejak jatuhnya Assad — yang juga diklaim untuk “melindungi permukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki”.
“Kami akan terus membela Druze di Suriah selatan dengan segala cara yang diperlukan,” clotehnya.
Menteri sayap kanan penjajah lainnya, Itamar Ben-Gvir, yang membidangi Keamanan, tak mau ketinggalan. Pada Kamis (17/7) ia juga menyerukan pembunuhan terhadap Ahmad Al-Sharaa.

Melalui unggahan video, Ben-Gvir menyatakan bahwa foto-foto mengejutkan dari Suriah membuktikan satu hal: sekali jihadis, tetap jihadis.”
Ben-Gvir menuding Sharaa—yang kata dia dulu dikenal menggunakan nama perang sebagai Mohammad al-Jolani—bertanggung jawab atas tindakan keji dalam pembunuhan, pelecehan dan penyiksaan. “Jadi satu-satunya yang dapat dilakukan adalah dengan menyingkirkannya,” katanya.
Menteri penjajah teroris yang satu ini pun menggunakan komunitas Druze sebagai pintu dan dalih menyerang Suriah yang baru.
“Saya mencintai komunitas Druze di ‘Israel’ dan memeluk mereka dengan hangat. Saya sampaikan kepada mereka, kita harus memukul kepala ular,” ucap Ben-Gvir. (ib)