Pemimpin Demo Pro-Palestina di London Jadi Terdakwa, Massa Berunjuk Rasa

SALAM-ONLINE.COM: Massa yang menggelar demonstrasi pada Senin (7/7/2025) di London menyatakan dukungan mereka terhadap dua pemimpin gerakan pro-Palestina yang telah didakwa oleh polisi atas pelanggaran ketertiban umum dalam unjuk rasa pada Januari lalu.

Berunjuk rasa di depan Pengadilan Westminster Magistrates, massa mengkritik kebijakan pemerintah serta kontrol atas unjuk rasa dan aktivis pro-Palestina saat Ben Jamal, direktur Palestine Solidarity Campaign (PSC), dan Chris Nineham, wakil ketua Stop the War Coalition, muncul di pengadilan, lapor Anadolu, Selasa (8/7).

Jamal (61 tahun) dan Nineham (63 tahun), keduanya didakwa terkait aksi protes yang diadakan di pusat kota London pada 18 Januari lalu. Unjuk rasa itu menyebabkan 77 orang ditangkap. Mereka didakwa atas pelanggaran terhadap ketertiban umum.

Dalam persidangan, hakim mengabulkan jaminan tanpa syarat bagi para terdakwa dan menetapkan tanggal persidangan pada 23 Februari tahun depan di pengadilan yang sama.

Sementara itu, para pengunjuk rasa pro-Palestina melngibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan di depan pengadilan untuk mendukung Jamal dan Nineham.

“Hentikan kontrol politik”, “Siapa yang ingin membungkam kami?” dan “Larang pemerintah Inggris” adalah beberapa spanduk yang dibawa oleh para pengunjuk rasa dalam demonstrasi tersebut.

Sekelompok kecil pengunjuk rasa tandingan pro-“Israel” mencoba menghentikan demonstrasi. Tetapi mereka dihalangi oleh petugas polisi.

Saat berorasi di demonstrasi tersebut, Nineham mengatakan bahwa upaya untuk menghentikan gerakan solidaritas Palestina “menjadi bumerang”.

Baca Juga

“Kami tidak boleh dibungkam. Ini tentang Palestina,” tambahnya.

Sementara Jamal mengatakan, “Kami semua memahami apa yang terjadi pada Chris Nineham. Saya sebagai bagian dari penindasan yang lebih luas terhadap gerakan kami.”

“(Itu) penindasan yang telah menyebabkan massa melakukan bentuk aksi langsung, aksi langsung tanpa kekerasan dalam tradisi mulia para pejuang hak pilih dan gerakan hak-hak sipil, tanpa teror.”

Dalam kesempatan itu PSC mengatakan bahwa upaya-upaya yang dilakukan untuk membungkam solidaritas bagi rakyat Palestina tidak akan berhasil.

Beberapa demonstran tandingan juga muncul. Mereka membawa bendera penjajah “Israel” dan memegang spanduk bertuliskan “Pertahankan protes untuk semua”. Spanduk itu kemudian terhalang oleh kerumunan aparat polisi.

Penangkapan 77 orang dalam unjuk rasa pro-Palestina pada 18 Januari di London membawa tekanan yang semakin besar pada Kepolisian Metropolitan atas penanganannya terhadap aksi protes tersebut.

Sejak perang genosida “Israel” di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 57.500 warga Palestina — sebagian besar wanita dan anak-anak — telah terbunuh, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November 2024 lalu terhadap Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. (ib)

Baca Juga