Serangan ‘Israel’ di Tepi Barat Renggut Nyawa Anak & Remaja Palestina

Shalakhti – salah seorang dari ratusan warga Palestina yang terbunuh dalam serangan militer penjajah dalam beberapa bulan terakhir – dimakamkan pada Rabu, 9 Juli 2025. (Zain Jaafar/AFP)

SALAM-ONLINE.COM: Seorang anak Palestina dan remaja meninggal akibat luka-luka yang diderita dalam serangan militer penjajah secara terpisah di Tepi Barat yang diduduki/dijajah.

Para pemimpin Kristen mendesak perlindungan menyusul serangan pemukim Yahudi di salah satu gereja tertua di Palestina.

Iyad Shalakhti, bocah berusia dua belas tahun, meninggal semalam akibat luka-luka parah dalam serangan “Israel” di kamp pengungsi Askar al-Jadid di Nablus pada Ahad (6/7/2025) pagi, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pada Rabu seperti dilansir The New Arab, Rabu (9/7).

Di Hebron, Ahmed al-Awiwi yang berusia 19 tahun meninggal dunia akibat cedera kepala yang dideritanya hampir enam bulan lalu dalam serangan “Israel” lainnya. Ia dirawat di Rumah Sakit Al-Ahli sepekan yang lalu untuk operasi otak. Namun kondisinya memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa malam.

Hampir 1.000 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan militer dan pemukim “Israel” di Tepi Barat sejak perang (genosida) Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Baca Juga

Pada Januari lalu, “Israel” melancarkan serangan luas yang dijuluki ‘Operasi Tembok Besi’. Operasi ini melibatkan serangan berulang kali ke kota-kota di Tepi Barat utara dan kamp-kamp pengungsi.

Pasukan “Israel” terus menghancurkan rumah-rumah di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Mereka mengklaim bahwa bangunan-bangunan tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan penjajah –;izin yang menurut warga Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia hampir mustahil diperoleh dari penjajah tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, satu rumah dihancurkan di timur Nablus, lima rumah di barat Ramallah, dan satu lagi di Silwan dekat Yerusalem.

Para pemantau hak asasi manusia mengatakan pembongkaran tersebut seringkali disertai penggerebekan yang meninggalkan kerusakan luas dan merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa para pemukim sayap kanan penjajah juga menyerang rumah-rumah di kota Surif pada Selasa malam. Para perampas tanah Palestina ini membakar lahan pertanian. Pada hari Rabu, para pemukim ilegal itu memblokir jalan antara Aqraba dan Majdal Bani Fadel, di selatan Nablus. (is)

Baca Juga