Setelah Berbulan-bulan Serangan Genosida & Kelaparan Massal, ‘Israel’ Tinjau Tanggapan Hamas Terkait Gencatan Senjata
SALAM-ONLINE.COM: Penjajah “Israel” sedang mengulas, meninjau dan memberikan penilaian terkait tanggapan terbaru Hamas terhadap proposal gencatan senjata untuk Gaza.
Tinjauan penjajah itu digambarkan oleh sebuah sumber “Israel” sebagai “bisa dilaksanakan” setelah berbulan-bulan negosiasi terhenti.
Dilansir Arabnews, Kamis (24/7/2025), respons yang diserahkan kepada para mediator di Doha pada Kamis (24/7) itu mencakup amandemen terkait masuknya bantuan, penarikan pasukan “Israel”, dan jaminan gencatan senjata permanen.
Di tengah negosiasi, serangan udara penjajah “Israel” yang mematikan terus berlanjut. Setidaknya 23 warga Palestina terbunuh di Gaza sejak Kamis (24/7) dini hari, kata staf medis di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs dan Al-Awda.
Dalam 24 jam sebelumnya, 77 orang lainnya juga terbunuh, termasuk 25 warga sipil yang sedang mencari bantuan.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, perang genosida “Israel” di Gaza telah membunuh sedikitnya 59.219 orang dan melukai 143.045 lainnya.
Masih di hari yang sama, Kamis, sembilan tentara “Israel” terluka dalam serangan serudukan di sebuah halte bus dekat Netanya di wilayah tengah jajahan “Israel”. Insiden itu memicu perburuan ekstensif terhadap pengemudi, yang melarikan diri dari tempat kejadian, kata polisi penjajah.
Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat bencana
Gambar dan video yang muncul dari daerah kantong tersebut menunjukkan anak-anak kurus kering dan warga sipil lanjut usia yang memohon makanan dan obat-obatan.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan: “Saya tidak tahu harus menyebutnya apa lagi selain kelaparan massal, dan ini buatan manusia.”
Koalisi yang terdiri dari 109 lembaga bantuan dan Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina (NGO) mengeluarkan seruan mendesak untuk mengakhiri “genosida dan kelaparan” dan menuntut masuknya bantuan tanpa batas ke Gaza.
Mereka memperingatkan bahwa kelaparan menyebar dengan cepat. Perempuan dan anak-anak diperkirakan akan menjadi yang pertama meninggal dalam jumlah besar. (is)



