Mau Usir Paksa Warga Palestina, Kabinet ‘Israel’ Setujui Rencana Pendudukan Penuh Gaza

Tank tempur tentara “Israel” diposisikan di dekat perbatasan Jalur Gaza pada 5 Agustus 2025 (AFP/Jack Guez)

SALAM-ONLINE.COM: Kabinet keamanan penjajah “Israel” telah menyetujui rencana pendudukan Jalur Gaza, media lokal melaporkan, Jumat (8/8/2025).

Operasi ini akan dimulai dengan penaklukan Kota Gaza, dengan tujuan membersihkannya dari penduduk Palestina.

Meskipun pernyataan resmi menyebut langkah tersebut sebagai “pengambilalihan”, bukan “pendudukan”, namun media “Israel”, Ynet melaporkan bahwa istilah “menduduki” sengaja tidak digunakan untuk menghindari kewajiban hukum yang terkait dengan pendudukan formal berdasarkan hukum internasional.

Seorang pejabat senior penjajah “Israel” mengatakan kepada media lokal bahwa pemilihan kata tersebut hanya untuk tujuan resmi, yang menegaskan bahwa niat sebenarnya adalah untuk menduduki (menjajah) Jalur Gaza.

Kantor Perdana Menteri penjajah mengatakan, militer akan mendistribusikan “bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil di luar zona pertempuran”.

Kantor tersebut menguraikan lima prinsip inti untuk mengakhiri perang, yaitu pembubaran Hamas, pengembalian sandera, demiliterisasi Gaza, kontrol keamanan “Israel” atas wilayah tersebut, dan pembentukan pemerintahan sipil yang tidak berafiliasi dengan Hamas maupun Otoritas Palestina.

Seorang pejabat penjajah “Israel” mengatakan kepada Axios bahwa rencana tersebut bertujuan untuk mengosongkan Kota Gaza dari warga sipil dalam waktu dua bulan. Blokade kemudian akan diberlakukan di kota tersebut, menargetkan anggota Hamas, diikuti dengan operasi darat.

Baca Juga

Menurut NBC News, citra satelit terbaru menunjukkan peningkatan kekuatan militer penjajah yang signifikan di dekat perbatasan Gaza. Ini mengindikasikan adanya persiapan untuk melancarkan serangan darat baru.

Di tengah laporan rencana pendudukan, Hamas mengatakan pada Kamis (7/8) bahwa langkah tersebut membuktikan Perdana Menteri penjajah Benjamin Netanyahu tidak tertarik untuk membebaskan para tawanan “Israel” dan mencapai kesepakatan.

“Setiap perluasan agresi terhadap rakyat Palestina kami tidak akan mudah dan akan menimbulkan kerugian besar bagi pendudukan (“Israel”),” kata gerakan perlawanan Palestina tersebut.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Jumat (8/8) mengatakan keputusan “Israel” itu “salah”. Starmer mendesak penjajah itu untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

PBB pun meminta “Israel” untuk segera menghentikan rencana itu.

Sejak perang genosida dimulai pada 7 Oktober 2023, pasukan penjajah telah melancarkan sejumlah serangan darat di Kota Gaza dan di seluruh jalur tersebut.

Pasukan “Israel” telah membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina, termasuk 18.000 anak-anak, dalam perang yang sedang berlangsung, yang secara luas digambarkan sebagai genosida. (mus)

Baca Juga