Tuntut Perlindungan Armada Bantuan ke Gaza, 16 Negara Serukan Penghormatan terhadap Hukum Internasional

SALAM-ONLINE.COM: Enam belas negara pada Selasa (16/9/2025) mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut perlindungan bagi Armada Global Sumud, konvoi kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang diblokade penjajah “Israel”.

Pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan tersebut menyatakan bahwa misi armada tersebut adalah mengirimkan bantuan dan meningkatkan kesadaran akan kebutuhan kemanusiaan Gaza yang mendesak, sejalan dengan komitmen pemerintah mereka terhadap perdamaian dan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

“Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua orang untuk menahan diri dari tindakan melanggar hukum atau kekerasan apa pun terhadap armada tersebut, untuk menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” demikian bunyi pernyataan yang dilansir Anadolu, Selasa (16/9).

Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap kapal-kapal di perairan internasional, atau penahanan ilegal terhadap para peserta, akan memicu akuntabilitas.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh para menteri luar negeri Turki, Qatar, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Irlandia, Libya, Malaysia, Maladewa, Meksiko, Pakistan, Oman, Slovenia, Afrika Selatan, dan Spanyol.

Baca Juga

Armada Global Sumud berlayar dari Barcelona, ​​Spanyol, pada akhir Agustus, diikuti oleh rombongan kapal lain dari Genoa, Italia, pada 1 September. Pada 7 September, kapal-kapal dari Spanyol dan Italia telah mencapai pantai Tunisia, bersiap menuju Gaza untuk menembus blokade “Israel” dan membuka koridor kemanusiaan.

Menurut para aktivis armada, pada Ahad malam (14/9), 16 kapal telah meninggalkan pelabuhan Tunisia di Gammarth, Bizerte, dan Sidi Bou Said. Kapal-kapal tersisa yang berlabuh di Sidi Bou Said diperkirakan akan bergabung di laut sebelum berlayar ke Gaza.

Konvoi saat ini adalah yang terbesar dari sebelumnya. Tujuannya adalah untuk menerobos blokade “Israel” di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di daerah kantong tersebut.

Seperti diketahui, kondisi kelaparan yang dibuat penjajah telah melanda warga Gaza akibat penutupan semua penyeberangan oleh “Israel” selama berbulan-bulan.

Tentara penjajah telah membunuh hampir 65.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Serangan yang tak henti-hentinya telah membuat daerah Jalur Gaza tak layak huni dan menyebabkan kelaparan serta penyebaran penyakit. (ib)

Baca Juga