22 Warga Penjajah ‘Israel’ Tewas, Lebih 5.000 Jiwa Terluka dan 4.800 Orang Mengungsi

SALAM-ONLINE.COM: Setidaknya 22 warga penjajah telah tewas dan lebih dari 5.000 orang terluka dalam serangan Iran terhadap “Israel” sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu. Sementara sebanyak 4.800 orang mengungsi dari rumah mereka sejak awal perang dengan Iran, demikian menurut data yang dirilis Jumat (27/3/2026) oleh sebuah lembaga penelitian “Israel”.

Dilansir Anadolu, Jumat (27/3), Institut Studi Keamanan Nasional “Israel” mengatakan sejak perang dimulai Iran meluncurkan lebih dari 550 rudal dan lebih dari 765 drone ke arah negara jajahan “Israel” itu selama periode yang sama.

Lebih dari 4.800 warga “Israel” telah mengungsi dari rumah mereka. “Jumlah terbesar pengungsi sekitar 1.515 — dari Tel Aviv,” kata institut tersebut. Di wilayah jajahan Israel selatan, sekitar 975 orang mengungsi dari Dimona, 600 dari Arad, dan 505 dari Beersheba.

Evakuasi tambahan termasuk sekitar 650 orang dari Beit Shemesh di sebelah barat Yerusalem, 160 dari Bnei Brak, 80 dari Ramla, 75 dari Givatayim, dan 45 dari Ramat Gan di wilayah Tel Aviv. Jumlah korban yang lebih sedikit dilaporkan di lokasi lain, termasuk Kiryat Shmona, Tirat Carmel, Emek Hefer, Holon, serta kota-kota Arab, Kafr Qasim dan Zarzir.

Baca Juga

Para pengungsi ditampung di hotel-hotel di kota Eilat di selatan dengan biaya pemerintah selama periode eskalasi, kata institut tersebut.

Angka-angka tersebut muncul ketika Kementerian Kesehatan penjajah mengatakan sebelumnya pada Jumat bahwa jumlah korban luka telah meningkat menjadi 5.492 sejak awal perang.

Perang dimulai pada 28 Februari, ketika “Israel” dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran dan Hizb Lebanon sejak saat itu membalas dengan serangan rudal dan drone yang terus berlanjut, menargetkan kota-kota dan permukiman iegal “Israel”. (af)

Baca Juga