Bakar Rumah & Mobil, Para Pemukim ilegal ‘Israel’ Mengamuk, tapi tak Ditangkap

SALAM-ONLINE.COM: Puluhan pemukim ilegal “Israel” di Tepi Barat yang diduduki penjajah pada Sabtu (21/3/2026) malam mengamuk. Mereka membakar mobil dan rumah.
Rekaman video menunjukkan desa-desa Jalud, Fandaqumiya, Silat ad-Dhahr, dan Qaryut dengan bangunan-bangunan yang terbakar, dan penduduk berupaya mengevakuasi orang-orang di dalamnya.
Tentara penjajah melaporkan pada Minggu (22/3) serangkaian serangan pembakaran oleh pemukim ilegal “Israel” terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki penjajah pada malam sebelumnya.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tiga orang terluka setelah dipukuli oleh pemukim ilegal “Israel” di desa Jalud. Enam orang lainnya terluka akibat pemukulan di desa-desa dekat Jenin.
Kantor berita Palestina Wafa melaporkan beberapa warga Palestina terluka dalam serangan tersebut. Belum ada penangkapan yang dilakukan.
Tentara “Israel” mengatakan serangan itu terjadi setelah seorang warga sipil “Israel” meninggal pada Sabtu “menyusul laporan yang diterima mengenai sebuah kendaraan Palestina yang menabrak kendaraan penjajah ‘Israel'”.
“Jumat malam, pasukan IDF dan polisi di perbatasan dikerahkan ke beberapa desa Palestina… menyusul laporan tentang warga sipil ‘Israel’ yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan di daerah tersebut,” kata militer penjajah.
Menurut otoritas Palestina, enam warga Palestina telah ditembak mati dalam serangan pemukim ilegal “Israel” di Tepi Barat sejak 1 Maret.
Serangan terhadap warga Palestina oleh pemukim ilegal “Israel” di Tepi Barat telah meningkat secara dramatis sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut AFP berdasarkan angka dari kementerian kesehatan Palestina, pasukan atau pemukim ilegal “Israel” telah membunuh setidaknya 1.050 warga Palestina di Tepi Barat sejak awal perang Gaza, Oktober 2023.
Penjajah “Israel” mengatakan, 45 warga Israel, termasuk tentara dan pemukim, juga tewas dalam serangan Palestina atau selama serangan militer “Israel” di Tepi Barat selama periode waktu tersebut. (ib)