Trump Mau Berhenti Perangi Iran 2 atau 3 Minggu Lagi dengan Klaim: ‘Tujuan Telah Tercapai’

SALAM-ONLINE.COM: Presiden AS Donald Trump mengatakan, pasukan Amerika akan meninggalkan (perang) Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu, yang menandakan berakhirnya serangan yang sedang berlangsung terhadap negara tersebut.

“Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (31/3/2026).

“Kita akan segera pergi,” katanya, seraya menambahkan bahwa hal itu akan terjadi dalam “mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu,” katanya seperti dilansir Anadolu, Rabu (1/4).

“Dan jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melalui Selat (Hormuz),” ujarnya. “Mereka akan mampu membela diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, sebenarnya, tetapi kita tidak ada hubungannya dengan itu.”

AS dan “Israel” telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari. Menurut otoritas Iran, sejauh ini serangan gabungan itu menewaskan lebih dari 1.340 orang sejauh ini, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan “Israel”, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Menurut angka resmi AS, setidaknya 13 anggota militer AS telah tewas sejak perang dimulai. Konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga energi dan memengaruhi pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting global untuk perkapalan minyak. Sebagian besar pengiriman minyak global melewati selat itu.

Alasan Trump mau meninggalkan atau berhenti melancarkan serangan ke Iran:

Baca Juga

– Trump mengklaim sudah ada perubahan rezim di Iran

Trump mengklaim tujuan pemerintahannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah tercapai, dengan mengatakan: “Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai.”

Ia juga berpendapat bahwa serangan AS telah sangat menurunkan kemampuan militer Iran. Ia juga menyatakan bahwa dibutuhkan “15 hingga 20 tahun” bagi Teheran untuk membangun kembali kekuatannya.

“Jika mereka datang ke meja perundingan, itu akan bagus. Tetapi tidak masalah apakah mereka datang atau tidak, kita telah membuat mereka mundur,” katanya.

Trump juga mengklaim sudah ada “perubahan rezim” di Iran, dengan menyebutkan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

“Kita telah menggulingkan satu rezim, lalu kita menggulingkan rezim kedua. Sekarang kita memiliki sekelompok orang yang sangat berbeda,” klaimnya.

“Menurut saya, mereka jauh lebih masuk akal, jauh kurang radikal,” tambahnya. (ib)

Baca Juga