Ditangkap, Pelaku Ledakan di Damaskus Berasal dari Sel ‘ISIS’

SALAM-ONLINE.COM: Otoritas Suriah telah menangkap pelaku dua ledakan di Damaskus. Dari serangkaian penyelidikan diketahui, pelaku berasal dari sel yang terkait dengan “ISIS”. Ledakan terjadi sebelum dan setelah kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (7/7/2026).
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, Kementerian Kesehatan Suriah mengatakan bahwa dua ledakan yang terjadi di dekat gedung Kementerian Pariwisata dan hotel tempat Macron menginap di Damaskus itu mengakibatkan kematian satu orang dan 36 orang terluka.
Macron merupakan kepala negara Uni Eropa pertama yang mengunjungi Suriah sejak Basyar Assad digulingkan pada akhir tahun 2024. Ledakan yang membayangi kunjungan Macron itu terjadi, ketika Presiden Ahmad al-Sharaa berupaya membangun kembali citra negara setelah lebih dari satu dekade dilanda konflik.
Menteri Dalam Negeri Suriah Anas Khattab pada Kamis malam (9/7) mengatakan bahwa pelaku sel teroris yang bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan Damaskus beberapa hari lalu itu sekarang berada dalam tahanan.
“Setelah penyelidikan selesai, kami akan mengungkapkan kepada publik identitas anggota sel tersebut, peran mereka, dan semua afiliasi dan koneksi mereka,” tulisnya di X.
Ahmad Dalati, kepala keamanan dalam negeri untuk wilayah Damaskus, mengatakan di televisi pemerintah Suriah bahwa penyelidikan awal menunjukkan “sel tersebut berafiliasi dengan kelompok “IS”.
Kementerian dalam negeri mengatakan pelaku ditangkap setelah serangkaian penggerebekan “yang dilakukan secara bersamaan dari lokasi berbeda di Damaskus dan pedesaan sekitarnya”. Penggerebekan terjadi di empat lokasi, dua di antaranya dihuni oleh minoritas Syiah Alawite pro penguasa yang digulingkan, Basyar Assad.
Para jurnalis mendengar setidaknya satu ledakan menggema di seluruh kota sebelum melihat kepulan asap membubung di dekat hotel, di mana pasukan keamanan menutup jalan dan ambulans bergegas ke lokasi kejadian.
Bahan peledak itu ditanam di dekat Hotel Four Seasons, tempat Macron menginap. Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan satu ditempatkan di dalam kontainer sampah dan yang lainnya di dalam sebuah kendaraan di dekat hotel di jantung ibu kota.
Keberanian
Ledakan itu terjadi setelah Macron meninggalkan gedung, dan beberapa saat sebelum media pemerintah Suriah mengumumkan kedatangannya di istana kepresidenan untuk bertemu dengan rekan sejawatnya dari Suriah, Ahmad al-Sharaa.
Dalam konferensi pers bersama setelah ledakan, Macron mengatakan, “Kita tidak boleh membiarkan diri kita terguncang oleh serangan semacam itu.” Ia menegaskan kembali dukungan Paris untuk negara tersebut.
Sharaa memuji “keberanian” Macron karena tetap melanjutkan kunjungannya meskipun sebelum kedatangannya ada pengeboman.
Ia juga mengumumkan “kesepakatan untuk memulai proses pertukaran duta besar tetap antara Damaskus dan Paris sesegera mungkin, yang menandakan kembalinya hubungan diplomatik ke keadaan normal”.
Macron menjadi kepala negara pertama dari Uni Eropa yang mengunjungi Suriah sejak jatuhnya Assad pada Desember tahun 2024.
Ledakan tersebut merupakan yang kedua di ibu kota Suriah bulan ini, sejak sebuah bom mengguncang sebuah kafe di Damaskus pada 2 Juli, menewaskan 10 orang.
Presiden Prancis telah menunda pengumuman tanggal kunjungannya hingga pesawatnya mendarat pada Senin karena alasan keamanan. (af)