Australia Kecam Keputusan ‘Israel’ Tutup Penyelidikan Terkait Serangan terhadap World Central Kitchen di Gaza

SALAM-ONLINE.COM: Australia mengecam keputusan “Israel” untuk menutup penyelidikan kasus pidana terkait kematian aktivis kemanusiaan Zomi Frankcom dan rekan-rekannya dari World Central Kitchen di Gaza.
Menteri Luar Negeri Penny Wong menyebut situasi ini sebagai “masa sulit” dalam hubungan antara Australia dengan “Israel”.
“Australia sangat marah karena ‘Israel’ memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum pidana terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Zomi Frankcom dan rekan-rekannya dari World Central Kitchen,” kata Wong saat Australia memanggil Duta Besar “Israel” Hillel Newman ke Gedung Parlemen, Kamis (20/8/2026) sebagaimana dilaporkan oleh Australian Broadcasting Corporation (ABC).
Dalam konferensi pers usai memanggil duta besar “Israel” tersebut, Wong mengatakan, “Jelas sekali, ini adalah masa sulit dalam hubungan Australia dan ‘Israel’. Kami telah menyampaikan pandangan kami secara tegas mengenai masalah ini. Anda telah melihat tanggapan Netanyahu terhadap beberapa hal tersebut. Saya rasa kami bersikap realistis mengenai hal itu.”
Perlu diingat, kata Wong, bahwa ada seorang pekerja kemanusiaan asal Australia yang tewas—bukan dalam serangan pertama, melainkan dalam rangkaian tiga serangan terpisah terhadap sebuah konvoi kemanusiaan.
Wong mencatat bahwa keputusan “Israel” untuk menyatakan tentaranya tidak bersalah—keputusan yang diambil dalam semalam—berarti itu keputusan untuk tidak melanjutkan penyelidikan pidana.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci yang muncul dalam penyelidikan.
Ia kembali menegaskan tuntutan pemerintah Australia agar rekaman *drone* terkait serangan tentarav”Israel” tersebut dirilis.
Saat ditanya mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil pemerintah terkait masalah ini, ia mengatakan bahwa pemerintah akan berkonsultasi dengan keluarga Zomi Frankcom.
“Pemerintah Australia mengetahui keputusan ‘Israel’ tersebut larut malam tadi, sesaat sebelum diumumkan pada Hari Kemanusiaan Sedunia—hal yang sangat menyinggung perasaan orang-orang terkasih Zomi, para pekerja kemanusiaan, dan seluruh rakyat Australia,” ujar Wong dalam sebuah pernyataan sebelumnya.
“Keputusan ini jauh dari standar akuntabilitas yang kami harapkan.
“Hal ini terjadi meskipun Pasukan Pertahanan “Israel” (IDF) telah mengakui bahwa serangan IDF terhadap kendaraan yang ditumpangi Zomi dan rekan-rekannya merupakan akibat dari kegagalan serius dalam mematuhi prosedur IDF, kesalahan identifikasi, serta kekeliruan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sang menteri menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendesak “Israel” untuk menunjukkan akuntabilitas, dengan alasan bahwa negara-negara demokratis seharusnya menerapkan standar yang lebih tinggi bagi diri mereka sendiri.
Frankcom bersama enam rakannya tewas di Gaza akibat serangan udara “Israel” pada April 2024, saat mereka sedang melakukan konvoi kendaraan bantuan yang ditandai dengan jelas sebagai aktivitas kemanusiaan.(is)