Turki, Negara-negara Arab & GCC Kecam Serangan ‘Israel’ di Abu al-Duhur Suriah

Pemandangan udara pangkalan udara militer Abu al-Duhur di Idlib, Suriah

SALAM-ONLINE.COM: Turki, Arab Saudi, Kuwait, Mesir, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam serangan udara “Israel” terhadap pangkalan udara militer Abu al-Duhur di provinsi Idlib, Suriah, pada Selasa (18/8/2026) dini hari.

GCC dan negara-negara tersebut seperti dilansir Kantor Berita SANA, Selasa (18/8) mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas guna menghentikan serangan berulang “Israel” terhadap wilayah Suriah.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari tindakan sembrono “Israel” yang menyasar infrastruktur Suriah, melanggar kedaulatan serta integritas wilayah negara tersebut, dan mengabaikan hukum internasional.

Menurut Kantor Berita Anadolu, pihak Turki menuntut pertanggungjawaban dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas guna menghentikan eskalasi serangan ini.

Arab Saudi mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta kedaulatan dan integritas wilayah Suriah. Saudi juga menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Suriah dan dukungannya bagi langkah-langkah untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan persatuan negara tersebut.

Kuwait menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta eskalasi berbahaya yang dapat mengganggu keamanan dan stabilitas kawasan.

Kuwait mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawab mereka, menghentikan serangan berulang “Israel” terhadap wilayah Suriah, serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Baca Juga

Mesir juga mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah, serta pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Mesir memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan oleh “Israel” dapat melemahkan upaya mendukung stabilitas di Suriah dan kawasan tersebut, serta mengancam keamanan dan perdamaian kawasan.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, mengecam serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa penargetan wilayah Suriah merupakan serangan yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan Suriah dan melanggar norma internasional yang melarang campur tangan terhadap kedaulatan negara.

Albudaiwi memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut akan meningkatkan ketegangan serta melemahkan upaya regional dan internasional dalam mendorong keamanan dan stabilitas. Ia menyerukan sikap internasional yang tegas untuk menghentikan tindakan tersebut.

Utusan Khusus Presiden AS untuk Suriah dan Irak, Tom Barrack, juga menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan eskalasi yang tidak dapat dibenarkan dan tidak berkontribusi pada stabilitas kawasan. Ia menambahkan bahwa pemerintah Suriah tidak mengambil sikap bermusuhan dan telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk melakukan de-eskalasi.

Barrack menekankan bahwa kesepakatan de-eskalasi yang langgeng dibangun melalui dialog yang berkelanjutan. Ia menyebut sikap menahan diri dan komunikasi sebagai jalan yang paling konstruktif.

Sebelumnya pada Selasa, Suriah mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan, pelanggaran nyata terhadap kedaulatan, serta eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan. (af)

Baca Juga