Setelah Menteri Penjajah Minta Bunuhi Warga Gaza Setiap Malam, Anggota Parlemen Jerman Ini Desak Uni Eropa Jatuhkan Sanksi terhadap Ben-Gvir

Menteri penjajah Ben-Gvir

SALAM-ONLINE.COM: Seorang anggota parlemen senior dari blok konservatif yang memerintah Jerman pada Senin (17/8/2026) mendesak Uni Eropa (UE) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Keamanan penjajah “Israel” yang beraliran ekstremis, Itamar Ben-Gvir, atas pernyataannya yang menyerukan pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza setiap malam.

“Pernyataan Ben-Gvir yang merendahkan martabat manusia itu patut dikecam oleh semua pihak,” kata Jurgen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri untuk kelompok parlemen Uni Demokratik Kristen/Uni Sosial Kristen (CDU/CSU), kepada Politico.

“Uni Eropa harus menjatuhkan sanksi kepadanya sebagai tanda pengakuan atas keberlakuan universal martabat manusia dan hak asasi manusia,” ujar Hardt.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ben-Gvir mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa “Israel” sebaiknya melakukan “eliminasi terarah” di Gaza setiap malam dan membunuh “30 atau 40” orang warga, alih-alih membatasi serangan.

Baca Juga

Desakan Hardt ini menambah tekanan terhadap pemerintahan Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Luar Negeri Johann Wadephul—keduanya merupakan anggota CDU—untuk mengambil tindakan terhadap menteri penjajah tersebut.

Sebelumnya, beberapa negara telah menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Uni Eropa telah mempertimbangkan langkah serupa namun kesulitan mencapai konsensus bulat yang diperlukan untuk menjatuhkan sanksi terhadap menteri penjajah tersebut. (is)

Baca Juga