Pemuda Muhammadiyah Jatiasih Luncurkan ‘Katanya Anak Muda’, Wadah Kreativitas dan Ekspresi Generasi Muda
SALAM-ONLINE.COM: Pemuda Muhammadiyah Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat, meluncurkan program “Katanya Anak Muda” (KAM) sebagai wadah baru yang dirancang untuk mendekatkan aktivitas kepemudaan dengan kebutuhan, kreativitas, dan minat generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).
Peluncuran KAM ditandai dengan dimulainya KAM Academy, sebuah program pelatihan yang secara khusus dirancang untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tantangan kehidupan di era digital.
KAM Academy akan menjadi pintu awal dari rangkaian program Katanya Anak Muda. Ke depan, KAM direncanakan berkembang ke berbagai bidang yang dekat dengan passion dan kehidupan anak muda, di antaranya KAM Sport, KAMpreneurship, serta berbagai program kreatif lainnya.
Inisiator Katanya Anak Muda, Hady Rianto, mengatakan bahwa KAM hadir dengan semangat membuat ruang kepemudaan yang lebih inklusif dan terbuka.
“Katanya Anak Muda ini program Pemuda Muhammadiyah yang dirancang lebih inklusif untuk para pemuda dan Gen Z yang memang membutuhkan wadah kreativitas dan sarana untuk berekspresi.”
Hady menambahkan, KAM diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan bagi anak muda dengan beragam minat dan latar belakang. Menurutnya, identitas KAM akan menjadi payung bagi berbagai agenda kepemudaan yang dikembangkan ke depan.
“Saya meminta restu dan dukungan dari semua pihak. Ke depan, semua agenda akan hadir dengan brand Katanya Anak Muda,” ujar Hady, yang juga merupakan Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PCPM Jatiasih Kota Bekasi.
Membuka Ruang Rekrutmen Kepemudaan yang Lebih Cair
Ketua PCM Jatiasih Kota Bekasi, M. Farid Pasha, S.Kom., M.M., dalam sambutannya mengapresiasi lahirnya Katanya Anak Muda. Menurutnya, program semacam KAM memiliki relevansi dengan kebutuhan Muhammadiyah untuk membangun pola pendekatan dan perekrutan generasi muda yang lebih terbuka dan informal.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Memang dari awal kita sudah banyak berdiskusi dengan Pemuda Muhammadiyah,” kata Farid.
Ia menjelaskan bahwa dalam lingkungan Muhammadiyah terdapat pola kaderisasi formal, seperti Baitul Arqam dan Darul Arqam, khususnya bagi mereka yang akan masuk dalam struktur kepengurusan Muhammadiyah maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Namun, menurut Farid, terdapat pula kebutuhan untuk membangun ruang-ruang perjumpaan yang lebih informal agar anak muda dapat mengenal Muhammadiyah melalui kegiatan yang sesuai dengan minat dan kehidupan mereka.
“Model perekrutan yang lebih cair, sehingga dari kegiatan-kegiatan yang ada ini mendorong mereka untuk aktif, baik dari ortom seperti Tapak Suci, Pemuda Muhammadiyah, dari sekolah melalui IPM, maupun di tingkat Muhammadiyah dan Aisyiyah,” jelasnya.
Farid menilai bahwa jenjang kepemudaan merupakan salah satu ruang strategis dalam membangun keberlanjutan kader dan ekosistem Muhammadiyah.
“Memang paling strategis, perekrutan itu di jenjang pemuda,” tambahnya.
KAM Academy sebagai Langkah Awal
Sebagai program perdana, KAM Academy akan menghadirkan berbagai pelatihan yang dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan karakter generasi muda. Materi tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada kemampuan memahami perubahan sosial, teknologi, informasi, komunikasi, dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda.
Peluncuran KAM Academy sekaligus menjadi penanda dimulainya sebuah ekosistem kepemudaan yang ingin mempertemukan belajar, berkarya, berjejaring, dan berekspresi dalam satu ruang.
Melalui Katanya Anak Muda, Pemuda Muhammadiyah Jatiasih ingin membuka pintu yang lebih luas bagi anak muda untuk terlibat tanpa harus terlebih dahulu berada dalam ruang organisasi yang formal.
KAM diharapkan menjadi ruang tempat anak muda dapat datang karena passion, berkembang karena komunitas, dan pada akhirnya menemukan kontribusinya bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, “Katanya Anak Muda” bukan sekadar nama program, tetapi sebuah upaya menghadirkan ruang baru bagi generasi muda untuk belajar, bergerak, dan berkarya. Katanya Anak Muda. Karena anak muda bukan hanya objek masa depan, tetapi bagian dari penciptaan masa depan itu sendiri. []
