Pimpinan Wilayah Pemuda Jawa Barat Tutup BAD 2026 Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi

Terakhir Diperbarui

SALAM-ONLINE.COM: Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Inding Supriyatna, menutup kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) 2026 yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bekasi di Sekolah Alam Islami Muhammadiyah, Pondokgede, Kota Bekasi, pada Ahad (1/11/2026).

Kegiatan perkaderan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai cabang dan ranting Pemuda Muhammadiyah se-Kota Bekasi tersebut menjadi momentum penguatan ideologi, komitmen, dan semangat pengabdian kader terhadap persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Inding Supriyatna menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses perkaderan dan memilih untuk melabuhkan hati serta perjuangannya di organisasi Pemuda Muhammadiyah.

Ia mengingatkan bahwa bergabung dengan organisasi perjuangan seperti Pemuda Muhammadiyah tidak cukup hanya mengandalkan semangat sesaat, tetapi membutuhkan kecintaan, kesetiaan, dan kesediaan berkorban untuk tujuan yang lebih besar.

Menariknya, Inding mengilustrasikan kecintaan seorang kader terhadap organisasi melalui kisah legendaris Qais dan Layla, sebuah kisah cinta yang menggambarkan ketulusan dan kedalaman perasaan melampaui penilaian lahiriah.

Dalam kisah tersebut, ketika seorang khalifah mempertanyakan mengapa Qais begitu mencintai Layla yang dinilainya memiliki paras biasa saja, Layla memberikan jawaban penuh makna.

“Itu karena matamu yang melihatku, bukan mata Qais.”

Melalui analogi tersebut, Inding mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk melihat organisasi bukan semata-mata dari fasilitas, keuntungan materi, jabatan, atau popularitas yang dapat diperoleh, melainkan dari nilai, ideologi, dan cita-cita perjuangan yang diembannya.

Bagi sebagian orang, aktivitas organisasi mungkin terlihat melelahkan, menyita waktu, bahkan tidak memberikan keuntungan material. Namun, bagi kader yang memiliki kecintaan mendalam, justru di sanalah terletak keindahan pengabdian dan makna perjuangan.

Spirit kecintaan Qais terhadap Layla menjadi gambaran tentang loyalitas kader yang tidak transaksional. Berorganisasi bukan sekadar mencari kedudukan atau kesempatan memperoleh proyek, tetapi merupakan panggilan nurani untuk menjaga keberlangsungan gerakan agar terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PDPM Kota Bekasi, M. Rizano Marsop, mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan Baitul Arqam Dasar sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen perjuangan dalam gerakan Muhammadiyah.

Rizano menekankan pentingnya sikap istiqamah, kesediaan berkolaborasi, serta kemampuan untuk terus bertumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

Ia berharap kader Pemuda Muhammadiyah tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Islam yang memiliki keteguhan ideologi, wawasan luas, dan semangat pengabdian untuk agama, bangsa, serta negara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia BAD 2026, Muhamad Raffti Rabbani, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta selama mengikuti kegiatan perkaderan.

Raffti menyampaikan bahwa para peserta memperlihatkan semangat belajar yang tinggi, terutama dalam memperdalam pemahaman mengenai Muhammadiyah, mulai dari aspek sejarah dan ideologi hingga pengetahuan tentang organisasi dan gerakannya.

“Saya melihat peserta sangat antusias mendapatkan pengetahuan tentang bermuhammadiyah, bukan hanya dari satu aspek, melainkan berbagai aspek, baik secara umum maupun spesifik tentang organisasi Muhammadiyah. Selama kegiatan berlangsung, peserta juga saling bertukar informasi dan pengalaman,” ujar Raffti.

Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama panitia dan partisipasi aktif peserta.

Raffti berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Baitul Arqam Dasar dapat diterapkan oleh para peserta di lingkungan cabang dan ranting masing-masing, sekaligus menjadi modal untuk memperkuat kontribusi sosial Pemuda Muhammadiyah.

“Semoga setelah kegiatan ini, teman-teman pemuda dari setiap cabang dan domisilinya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat. Kami juga berharap kekompakan dan silaturahmi yang telah terbentuk terus terjaga demi mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tuturnya.

Baitul Arqam Dasar 2026 merupakan bagian dari program perkaderan dan rekrutmen anggota PDPM Kota Bekasi. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, ideologi kemuhammadiyahan, dan komitmen berorganisasi kepada generasi muda. Sebanyak 46 perwakilan ranting dan cabang dari berbagai daerah di Kota Bekasi mengikuti kegiatan BAD 2026.

Melalui kegiatan tersebut, PDPM Kota Bekasi berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memahami Muhammadiyah secara organisatoris, tetapi juga memiliki kecintaan, militansi, dan kesiapan untuk menggerakkan dakwah serta pengabdian di tengah masyarakat. (fjr)

▲