Penjajah ‘Israel’ Larang Kumandang Adzan di Masjid Ibrahimi

Palestina-Masjid Al-Ibrahimi-Hebron-2-jpeg.image
Tentara penjajah “Israel” di dekat Masjid Ibrahimi

RAMALLAH (SALAM-ONLINE): Penjajah “Israel” memutuskan untuk mencegah Adzan di Masjid Ibrahimi, Hebron, Palestina, sebanyak 49 kali pada Februari ini. Penjajah negeri Palestina berdalih adzan mengganggu para pemukim Yahudi karena membuat terlalu banyak suara, demikian lansir Saudigazette, Senin (3/2).

Tayseer Abu Snaineh, Direktur Departemen Wakaf di Hebron, mengatakan,  penjajah “Israel” mencegah terdengarnya panggilan untuk shalat dari masjid demi kenyamanan pemukim Yahudi yang mengunjungi Kota Tua Hebron.

Abu Snaineh mengatakan, tentara “Israel” pun sudah berjaga di pintu masuk masjid untuk mewajibkan jamaah Palestina  menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat sebelum memasuki masjid untuk Shalat.

Sebaliknya, ujar Abu Snaineh, tentara “Israel” mengizinkan pemukim Yahudi untuk memasuki masjid secara bebas. Dia pun prihatin banyak  pemukim Yahudi yang sering mengejek dan mempermalukan Muslim yang sedang berdoa.

Dia menggambarkan tindakan penjajah itu sebagai ancaman besar bagi kegiatan umat Islam.

Baca Juga

Masjid Al-Ibrahimi adalah situs Islam tersuci kedua di wilayah Palestina setelah Masjid Al-Aqsha. Masjid tua berusia 1.000 tahun ini menjadi tempat makam Nabi Ibrahim dan keluarga.

Masjid ini dibagi menjadi beberapa bagian untuk Muslim dan Yahudi oleh komite khusus penjajah “Israel” yang disebut Komite Samgar. Pada tahun 1994, pembantaian terjadi di Masjid Ibrahimi ketika penjajah Yahudi menembaki jamaah Muslim dan membunuh serta melukai 26 jamaah ketika Shalat Subuh.

Isu pelarangan muadzin untuk shalat telah menjadi topik panas dalam politik “Israel” dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2011, anggota Knesset “Israel”, Anastasia Michaeli dari sayap kanan Partai Yisrael Beiteinu mengusulkan RUU melarang muadzin dalam wilayah jajahan “Israel” yang menggunakan pengeras suara untuk memanggil shalat.

Michaeli mengatakan pada waktu itu bahwa panggilan untuk shalat mengganggu warga penjajah “Israel” dari tidur karena sangat keras dengan bantuan speaker dan amplifier. (RoL)

salam-online

Baca Juga